Jember (beritajatim.com) – Pembangunan jembatan di Kompleks Perumahan 515, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur akhirnya selesai. Perbaikan jembatan sepanjang 16 meter dan lebar 5,3 meter ini memakan anggaran Rp 1,2 miliar.
Bupatu Hendy Siswanto berharap selesainya pembangunan jembatan itu bisa membangkitkan perekonomian masyarakat setempat. “Ini jembatan utama untuk masyarakat Tanggul untuk menggerakkan perekonomian. Jembatan ini kini bisa dilewati mobil,” katanya, usai peresemian jembatan, Jumat (13/5/2022).
Hendy berharap warga ikut merawat jembatan tersebut. “Sederhana saja. Jangan buang sampah sembarangan di jembatan ini, biar tidak menghambat (aliran air sungai) di sisi-sisi sayap jembatan. Kalau air lancar, insya Allah jembatan lebih awet ke depannya,” katanya.
Jembatan itu semula adalah jembatan bambu. Selain itu jalan di sisi jembatan itu rusak tergerus aliran sungai. Masyarakat dengan bersepeda motor kesulitan menyeberang, sehingga harus menempuh rute berputar. Salah satunya Rani, guru taman kanak-kanak. Jika jembatan tersebut bisa dilewati kendaraan, jarak rumahnya ke sekolah hanya tiga menit. Tapi karena harus berputar, maka ia butuh waktu 10 menit untuk sampai ke sekolah.
Rani mengatakan, jembatan tersebut selama bertahun-tahun tidak pernah diperbaiki. “Cuma ditinjau. Sampai masyarakat bilang begini: kok ditinjau saja, kapan diperbaikinya,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember mulai membangun jembatan itu pada 23 Desember 2021 dan dijadwalkan tuntas pada 21 Mei 2022. Jembatan bambu dibongkar dan diganti dengan balok girder precast dari Wika.
Bukan hanya jembatan yang diperbaiki. Pemkab Jember juga memperbaiki jalan di Kecamatan Tanggul. Badrudtama, salah satu takmir masjid Baitul Muttaqin, bersyukur infrastruktur jalan di desa itu diperbaiki. “Alhamdulillah, jalan ini nomor satu. Sebelum dilakukan pembangunan, kondisi di sini susah. Setiap saya mengundang kiai, yang ditanyakan selalu kondisi jalan: bagaimana jalannya,” katanya. [wir/but]






