Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang tutup tahun, PT Royal Kedung Asem, pengembang Royal Residence via Familia, semakin agresif mengembangkan proyeknya. Kali ini, pengembang yang telah berpengalaman selama 20 tahun tersebut melebarkan sayap ke kawasan Menganti, Gresik.
Achmad Soekarno, General Manager Royal Residence via Familia, mengatakan bahwa kondisi pasar properti di Gresik masih cukup baik. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan pihaknya untuk mengembangkan proyek terbaru di kawasan tersebut.
“Kami yakin kehadiran Royal Residence via Familia di kawasan Menganti akan mendapat respons bagus dari konsumen,” kata Soekarno dalam acara product knowledge dengan para agen properti, Rabu (25/10/2023).
Proyek terbaru Royal Residence via Familia dikembangkan di atas lahan seluas 25 hektar. Pengembangannya akan dilakukan bertahap, dengan tahap awal dikembangkan empat cluster.
Saat ini, telah dipasarkan sebanyak 100 unit dari berbagai tipe. Dan yang terbaru akan dipasarkan lagi 50 unit dengan tiga tipe, yaitu Atlas, Hyuga, dan Logia, dengan range harga antara Rp690 juta hingga Rp1,3 miliar.
Untuk memasarkan tipe terbaru ini, pihak pengembang menggandeng beberapa lead agen dan melakukan pemasaran dengan cara NUP.
“Kami optimis tahun ini semua unit akan habis dan tahun depan kami lanjutkan tahap berikutnya,” kata Octyan Danes, Marketing Manager Royal Residence via Familia.
Optimisme tersebut selain karena kondisi pasar yang bagus juga karena pengembang menawarkan konsep yang berbeda.
Salah satunya adalah konsep taman yang terletak di samping rumah, sehingga kesannya taman ada di dalam rumah. Selain itu, pengembang juga menyediakan banyak fasilitas hunian yang lengkap, seperti taman, Eco Community Park, dan lain-lain.
Konsep dan fasilitas yang ditawarkan tersebut diyakini akan menjadi daya tarik bagi para konsumen, terutama pasangan muda, profesional muda, dan milenial.[rea]






