Gresik (beritajatim.com) – Rocky Gerung yang menginisiasi gerakan Liga Boikot Pemilu atau LBP akan menjadikan gerakan tersebut menjadi organisasi. Penegasan ini disampaikan mantan Dosen Universitas Indonesia (UI) tersebut, usai menghadiri diskusi publik di Universitas Muhammadiyah Gresik, Minggu (17/7/2022).
Menurutnya, LBP di daerah idenya sudah berjalan. Ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap presidential threshold atau ambang batas pencapresan 20 persen. “Kalau tetap seperti ini kan harus ada yang menggemparkan. Untuk itu, kami beri nama yang mudah diingat yakni LBP,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”rocky-gerung”]
Rocky Gerung mengakui ini merupakan ide murni supaya demokrasi hidup lagi. Jadi siapapun boleh saja bergabung. Pasalnya, ide tersebut juga celetukan dirinya bersama rekan-rekannya dalam menyampaikan aspirasi. “Kalau terhalang maka harus dijebol. Sebab, ide ini punya kaki dan akan jalan menuju menjadi organisasi. Apalagi kekacauan politik dan krisis ekonomi terjadi dalam dua bulan terakhir ini. Itu yang kami persiapkan,” paparnya.
Mantan Dosen Filsafat UI ini menjelaskan, imbas dari kekacauan ini juga menyebabkan beberapa menteri tidak menjalankan tugasnya. Hal ini karena ada menteri yang melakukan kampanye dan tidak fokus melakukan fungsinya. “Itu pertanda ada kebijakan yang ditabrak, belum lagi mereka saling melakukan amputasi di antara kalangan menteri,” ungkapnya.
Sementara Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Dr. Eko Budi Leksono menyatakan kegiatan ini merupakan murni dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan tujuan mengasah ide mahasiswa dalam hal berdemokrasi.
“Bang Rocky Gerung kan sahabat teman saya almarhum Prof Yatno di bendahara pengurus. Jadi saat kami undang ke Gresik dia tidak menolak, beliau mau mengisi di acara BEM,” pungkasnya. [dny/suf]






