Banyuwangi (beritajatim.com) – Ribuan umat Hindu memadati Pura Luhur Giri Salaka, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, untuk merayakan Hari Raya Pagerwesi yang dirangkai dengan upacara Pujawali memperingati hari jadi pura ke-69.
Perayaan berlangsung khidmat dengan dihadiri ribuan umat dari berbagai daerah. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas kekhusyukan pelaksanaan upacara.
“Kami berharap Hari Raya Pagerwesi dan Pujawali ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi, persaudaraan, serta menjaga kesucian alam dan keharmonisan hidup yang menjadi ajaran umat Hindu,” kata Ipuk.
Ia mengaku bangga atas komitmen umat Hindu dalam menjaga keberlangsungan Pura Giri Salaka yang berada di kawasan konservasi.
Ipuk juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
“Keberadaan umat Hindu merupakan bagian dari kekuatan Banyuwangi. Saya berterima kasih atas kontribusi umat Hindu dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Banyuwangi,” jelasnya.
Sementara itu, Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Oksan Wibowo, menjelaskan bahwa Pagerwesi merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Saraswati yang dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan suci.
Menurutnya, ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam kehidupan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Oksan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas dukungan terhadap umat Hindu, khususnya dalam kegiatan keagamaan dan penguatan pendidikan.
“Kami merasakan betul dukungan pemerintah daerah, mulai dari fasilitasi kegiatan keagamaan hingga perhatian terhadap pengembangan lembaga pendidikan Hindu di Banyuwangi,” kata Oksan.
Ia menyebut, saat ini telah berdiri dua lembaga pendidikan Hindu setingkat madrasah yang dikenal dengan sebutan Widyalaya di Banyuwangi.
“Kami mohon ibu Bupati madrasa Hindu, Widyalaya ini, bisa disupport. Kami juga berterima kasih, dua tahun berturut-turut ini sudah ada perhatian dari Ibu Bupati berupa insentif kepada guru-guru dan tokoh-tokoh hindu di Banyuwangi,” pungkasnya. [alr/beq]






