Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Mojokerto Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Lapangan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Selain dihadiri Forkominda Kota Mojokerto, kiai, habib, dan tokoh masyarakat, para Syekher Mania (penggemar Habib Syech) juga turut larut dalam lantunan sholawat.
Syekher yang datang tak hanya dari Kota Mojokerto namun juga luar kota. Mereka memadati lapangan Surodinawan dengan membawa atribut Syekher Mania. Meski sempat gerimis, namun tak menyurutkan ribuan syekher yang sudah datang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”habib-syech”]
Kota Mojokerto Bersholawat tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-104 Kota Mojokerto, yang jatuh pada 22 Juni. Kehadiran Habib Syech secara langsung seolah mengobati kerinduan sejak pendemi mewabah Indonesia pada, Maret 2020.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, pada peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto tahun 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto hendak menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Namun lantaran masih pandemi sehingga digelar secara daring atau virtualdari kediaman Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Solo.
“Alhamdulillah tahun ini bisa langsung hadir di tengah-tengah kita. Malam hari ini, malam yang luar biasa, Allah menganugerahkan kepada kita semua nikmat yang luar biasa untuk bisa hadir bersholawat bersama Habib Syech dan juga grup musik Ahbabul Mustofa dari Solo,” ungkapnya, Kamis (16/6/2022).
Masih kata Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini berharap, sholawat yang dilantunkan membawa keberkahan semua. Ning Ita (sapaan akrab, red) mengucapkan terima kasih kepada Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama grup musik Ahbabul Mustofa hadir langsung di Mojokerto.
“Habib Syech bersama grup musik Ahbabul Mustofa hadir langsung di Kota Mojokerto dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Mojokerto ke-104. Hari ini kita memiliki event besar ini, terima kasih kepada stockholder dan masyarakat Kota Mojokerto yang telah membuktikan bahwa kitalah pemenang dalam pendemi Covid-19,” katanya.
Melalui majelis salawat tersebut, lanjut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto ini, mengharap berkah dari Allah SWT dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Ning Ita berharap Kota Mojokerto agar senantiasa aman, damai, dan nyaman.
“Kota Mojokerto memperingati Hari Jadi ke-104. Usia 104 adalah usia yang sangat matang bagi suatu daerah. Dengan berbagai pencapaian yang diperoleh oleh Kota Mojokerto seperti pembangunan infrastruktur yang pesat, pembangunan sumber daya manusia yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Penyediaan layanan jasa di Kota Mojokerto, lanjut Ning Ita, terus disempurnakan. Menurutnya, semuanya merupakan wujud kontribusi dan dedikasi seluruh stockholder dan seluruh masyarakat Kota Mojokerto. Ning Ita meminta kepada masyarakat Kota Mojokerto untuk tidak berpuas diri dan tinggi hati.
“Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan kwalitas pendidikan, kesehatan dan insfrastruktur di kota ini. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian dan sumber daya manusia, calon-calon bangsa ini,” urainya.
Masih kata Ning Ita, Pemkot Mojokerto tidak bisa membangun kota dengan tiga kecamatan tersebut tanpa peran serta para ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama. Ning Ita mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Mojokerto untuk mengajak perdamaian dalam perbedaan.
“Mencontohkan persaudaraan dalam kebhinekaan serta menanamkan akhlakul karimah kepada generasi bangsa yang maju dalam pemikiran. Mudah-mudahan sholawat kita pada malam hari ini, doa-doa kita pada malam ini menembus langit menaklukkan keberkahan untuk Kota Mojokerto,” harapnya.
Lantunan sholawat merdu diantaranya syair Padang Bulan, Turi-Turi Putih, Ya Hananah hingga Mahalum Qiyam dilantunkan. “Semua bawa HP (handphone). Lampunya dinyatakan semua, jangan pakai lampu itu (lampu sorot),” ajak Habib Syech.
Selain dipadati para Syekher Mania, acara Kota Mojokerto Bersholawat juga menjadi ladang rejeki bagi para pedagang. Tidak hanya dari Kota Mojokerto, melainkan berbagai daerah lainnnya. “Alhamdulillah, adanya acara seperti ini kami jadi bisa jualan lagi, setelah beberapa tahun terakhir sempat vakum,” ucap Wahyu Riyadi (42), pedagang jaket dan atribut Syekher Mania asal Demak. [tin/suf]








