Trenggalek (beritajatim.com) – Sekitar 1.000 siswa kelas 5 dan 6 dari seluruh SDN dan SDS se-Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, antusias mengikuti kegiatan Manasik Haji dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Selasa (21/10/2025). Acara berlangsung khidmat di Lapangan Durenan sejak pukul 07.00 WIB.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Durenan dengan mengusung tema “Santri Sejati, Haji Mabrur: Mewujudkan Generasi Religius dan Cinta Tanah Air.”
Acara dibuka langsung oleh Camat Durenan, Ahmad Zuhdan, S.Stp., M.Si, dan dihadiri berbagai tokoh penting di wilayah setempat, di antaranya perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Kementerian Agama, FORKOPIMCAM, Pengawas PAI Hj. Lilik Ismawati, M.Pd, serta seluruh kepala sekolah SD di Durenan.
Dalam sambutannya, Camat Durenan Ahmad Zuhdan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap semangat para siswa dalam mengikuti manasik dapat menjadi motivasi untuk menunaikan ibadah haji di usia muda.
“Saya menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap semoga semua jamaah yang ikut manasik bisa termotivasi untuk segera menyempurnakan rukun Islam yang ke-5 tentunya di usia muda,” ujar Ahmad Zuhdan.
Sementara itu, tim ahli sekaligus pembimbing kegiatan, Kholidussukri, S.Pd.I menjelaskan bahwa manasik ini dirancang menyerupai pelaksanaan haji sesungguhnya agar para siswa mendapatkan pengalaman berkesan sejak dini.
“Kegiatan manasik haji di usia muda akan selalu dikenang sampai masa dewasa, karena kegiatan manasik disetting seperti kegiatan pada aslinya, ada niat haji saat miqot, wukuf di Arafah seperti aslinya, di mana anak-anak semua duduk dengan khusuk di lapangan mendengarkan adzan dhuhur, khutbah wukuf, dan dzikir doa,” jelasnya.
Ketua panitia kegiatan, Muhammad Sholeh, menyebutkan bahwa tujuan utama manasik ini adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman dasar kepada siswa mengenai tata cara ibadah haji sekaligus menanamkan nilai religius sejak dini.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari syiar Islam di Kecamatan Durenan serta sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkap ketua panitia.
Selama pelaksanaan, suasana berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan manasik, mulai dari wukuf di Arafah, Muzdalifah, Mina, Thowaf, Sa’i, minum Air Zam-Zam hingga tahallul sebagai tanda selesainya manasik haji.
Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini dapat terus digelar setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan karakter religius di lingkungan sekolah dasar, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan cinta tanah air para siswa sejak dini. [ian]







