Madiun (beritajatim.com) – Ribuan Nahdliyin asal Madiun, Ngawi, dan Magetan bertolak ke Sidoarjo untuk peringatan 1 Abad NU di GOR Sidoarjo, Senin (6/2/2023). Untuk Madiun dan Ngawi, kurang lebih 10.000 Nahdliyin yang berangkat dan untuk Magetan totalnya 1.625 Nahdliyin.
Nahdliyin Kabupaten Madiun diberangkatkan langsung oleh Bupati Ahmad Dawami Ragil Saputro dari Pendapa Ronggo Jumeno menggunakan 126 bus.
Sementara dari Kabupaten Ngawi diberangkatkan langsung oleh Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko dari Pendopo Wedya Graha Ngawi dengan total 100 kendaraan.
Untuk, Magetan ribuan Nahdliyin diberangkatkan Bupati Suprawoto dari Terminal Maospati dengan 60 bus.
Masing-masing kepala daerah itu berpesan pada para Nahdliyin agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Tak lupa, mereka mendoakan setiap Nahdliyin agar bisa selamat sampai tujuan baik saat berangkat hingga pulang nanti.
Bupati Ahmad Dawami sekaligus Wakil Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU menjelaskan petugas tersebar di berbagai titik.
“Total 10 ribu banser untuk pengamanan. Di dalam pengarahan telah disampaikan guna meminimalisir hal hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Kehadiran panitia itu juga untuk membantu jamaah agar tidak kebingungan. Pihaknya juga menyiagakan posko di tempat dengan harapan memaksimalkan penanganan.
“Sudah ada himbauan agar tidak membawa banyak jamaah yang berusia lanjut usia. Setiap daerah mengirim ambulan, termasuk di Kabupaten Madiun ada 4 mobil yang dikirim,” kata Ahmad Dawami.
Sementara Bupati Magetan Suprawoto dalam sambutannya mengatakan masing-masing armada ada koordinator, sehingga jamaah bisa terkontrol dan terpantau.
[berita-terkait number=”3″ tag=”1-abad-nu”]
Selain memberangkatkan, Bupati Magetan juga mengucapkan selamat kepada seluruh anggota NU yang merayakan resepsi puncak 1 Abad Nahdlatul Ulama.
“Bisa mengikuti perayaan 1 Abad merupakan suatu anugerah, tentunya tidak semua orang mempunyai kesempatan itu, untuk itu wajib disyukuri. Kita tahu bahwa NU tidak bisa dilepaskan dari keberadaan negara Republik Indonesia, kita tahu 10 Nopember yang begitu heroik itu salah satunya merupakan peran ulama,” kata Kang Woto, sapaan akrab Bupati Suprawoto. (fiq/ted)






