Malang (beritajatim.com) – Perayaan hari jadi ke-35 tim Arema dipusatkan di Jalan Basuki Rahmat atau Kayutangan Heritage, Kota Malang. Diprediksi ribuan Aremania di Malang Raya dan luar daerah bakal datang memeriahkan perayaan ini.
Kegiatan perayaan dimulai sejak pukul 17.00 WIB, Rabu (10/8/2022). Dan akan berakhir pada pukul 01.00 WIB, Kamis, (11/8/2022). Polisi akan menutup jalur menuju Kayutangan Heritage. Mereka menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan membuat jalur alternatif.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami siapkan jalur alternatif. Setelah pukul 01.00 WIB jalur akan dibuka normal. Bila masih ada Aremania yang berkerumum maka akan kita imbau untuk bubar,” kata Kapolresta Malang Kota, Kombespol Budi Hermanto.
Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengatakan, bahwa agenda di Kayutangan Heritage murni hajatan Aremania. Panitia dan pesertanya adalah Aremania. Manajemen hanya akan membantu menyemarakan kegiatan ini. Karena manajemen juga memiliki agenda internal.
“Kita konsepnya refleksi murni panitianya Aremania mereka yang menyusun ini,” kata Sudarmaji.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema”]
“Ada doa bersama dipimpin Habib Anies Shahab, sambutan Forkopimda Malang Raya. Band yang biasa mengisi lagu Arema diharapkan tampil mulai 19.00 hingga 20.30. Lalu dilakukan Corteo atau jalan bersama menuju Balai Kota lalu ada pengalungan syal di patung Singa depan Stasiun. Kemudian berlanjut ke Balai Kota untuk pemotongan 35 tumpeng di makan bareng-bareng,” papar Sudarmaji.
Sedangkan aasan pemilihan Kayutangan Heritage. Karena daerah ini dianggap pusat kebudayaan Kota Malang. Sedangkan Arema adalah bagian dari kultural di Malang. Mereka berharap even ini digelar setiap tahun di Kayutangan Heritage agar bisa mendatangkan wisatawan datang ke Malang berkunjung.
“Kita kepingin membangun image Kayutangan Heritage dan sebagai pusat kebudayaan di Malang. Karena Arema juga bagian dari kultural di Malang. Semoga tradisi ini menjadi tahunan. Jadi nanti orang datang ke Malang untuk turut bersama-sama merayakan tradisi ini,” tandas Sudarmaji. [luc/but]






