Surabaya (beritajatim.com) – Aktor Indonesia Reza Rahadian berbagi pengalaman dengan mahasiswa Universitas Dinamika Surabaya dalam program Dynamic Class. Momen ini diharapkan menjadi kesempatan mahasiswa untuk menambah ilmu di bidang keaktoran.
Dalam bincang santainya, Reza mengatakan bahwa setiap orang memiliki bahan dasar menjadi menjadi seorang aktor film. Sebab, dalam diri seseorang tumbuh naluri kebinatangan sekaligus naluri kemanusiaan.
“Karena itu, setiap manusia memiliki sisi buruk dan sisi baik, bisa sedih sekaligus tertawa, marah dan menangis. Modal ini yang harus dikelola ketika ingin memerankan tokoh dalam film,” kata Reza ditulis Rabu (3/7/2024).
Sebenarnya, lanjut dia, manusia memiliki sisi antagonis dan protagonis. Modal dasar ini yang harus dieksplorasi ke ruang-ruang yang berbeda, sehingga mudah untuk memerankan tokoh baik, maupun tokoh jahat.
Mengutip kalimat dari Sutradara Garin Nugroho, Reza menyebut bahwa kekayaan besar dari seorang aktor adalah intelektual. Jadi, kecerdasan tubuhnya menjadi modal dasar sehingga bisa tumbuh menjadi aktor besar.
Dengan modal ini aktor tidak akan memerankan tokoh secara karikatural atau dibuat-buat. Ia pun memberikan contoh saat dirinya memerankan Habibie dalam film Habibie & Ainun, Rudi Habibie, dan Habibie & Ainun 3.
“Ada visi dan motivasi dari aktor untuk memerankan tokoh. Jadi bukan mereplika tokoh. Bisa jadi ketika tokoh Habibie diperankan oleh aktor lain, maka sosok Habibie akan berbeda dengan apa yang saya perankan,” jelasnya.
Sementara itu, Kaprodi Produksi Film dan Televisi Universitas Dinamika Muhammad Bahruddin berharap kehadiran Reza Rahadian dalam Dinamic Class bisa menjadi amunisi bagi mahasiswa.
“Saat ini belum ada aktor lain yang menyamai pengalaman aktingnya di tanah air maupun prestasinya. Kami bersyukur bisa menghadirkan Reza Rahadian tahun ini,” ujar Bahruddin.
Ia menjelaskan, kehadiran Reza Rahadian dalam program yang digelar secara daring ini merupakan rangkaian acara Dinamic Cinema Festival, festival film yang rutin digelar Prodi Produksi Film dan Televisi Universitas Dinamika.
“Festival ini kali ketiga sejak didirikan pada tahun 2022. Tahun 2022 kami menghadirkan Garin Nugroho untuk kuliah penyutradaraan, tahun 2023 menghadirkan Ifan Ismail untuk kuliah penulisan naskah dan skenario,” tandasnya. [ipl/but]






