Lamongan (beritajatim.com) – Kepala SMPN 1 Ngimbang, Zaenuri, mengaku kecewa atas beredarnya video yang seolah menggambarkan seorang guru melakukan pembiaran saat anak didiknya bertingkah di dalam kelas.
Sebab, video yang sudah terlanjur tersebar di berbagai platform media sosial tersebut, membuat masyarakat beranggapan bahwa situasi dalam video tersebut benar-benar saat jam pelajaran.
Faktanya, video berdurasi 17 detik itu direkam seorang guru SMP Negeri 1 Ngimbang saat jam istirahat. Bukan saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Zaenuri memahami bahwa maksud guru tersebut ingin menyampaikan kegelisahan atas banyaknya guru yang harus berhadapan dengan hukum, karena menegur murid yang bandel.
Namun Zaenuri juga tidak membenarkan ketika seorang guru melakukan pembiaran saat melihat anak didiknya tidur, atau melakukan hal lain yang tidak sewajarnya saat KBM berlangsung.
“Saya selaku kepala sekolah itu ya kecewa, karena tugas guru itu kan sebenarnya bagaimana mengelola kelas itu dengan sempurna. Bagaimana anak yang sedang tidur itu kemudian bisa bangkit, semangat untuk mengikuti pelajaran,” kata Zaenuri, Kamis (31/10/2024).
Zaenuri menjelaskan, selama ini pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan memastikan KBM berjalan dengan baik.
“Kami melakukan supervisi ke semua kelas, dan kangsung saya sendiri datang ke kelas. Saya ingin tahu sendiri pengelolaan kelas itu bagaimana, gurunya bagaimana, kemudian siswanya ketika belajar itu bagaimana,” tuturnya.
Bahkan, tidak hanya saat jam pelajaran. Ketika jam istirahat pun para guru tetap memantau perilaku anak didiknya. Hal itu dilakukan untuk mencegah hal-hal negatif yang dilakukan siswa. Salah satunya perundungan.
“Setiap Jumat pagi kami juga ada kajian. Kita mulai jam 6 sampai 6.45 WIB. Sebelum jam pelajaran dimulai. Kajian itu kita fokuskan untuk pembentukan akhlak yang baik,” kata Zaenuri.
Walau demikian, evaluasi pembelajaran tetap akan dilakukan serta memberikan pembekalan kepada guru, dengan mendatangkan nara sumber yang kompeten.
Menurut Zaenuri, perilaku sosial anak zaman dulu dan anak zaman sekarang sangat berbeda. Yang paling memprihatinkan adalah minimnya rasa hormat dan menghargai satu sama lain. Bahkan tak jarang siswa justru menantang saat guru memberikan teguran.
Oleh karena itu, Zaenuri berharap kedepan ada kepastian hukum bagi para guru, agar proses belajar mengajar di sekolah bisa berjalan sesuai dengan baik.
“Kami berharap ke depan ada keseimbangan. Jadi guru juga diberikan perlindungan yang baik terkait bagaimana mendidik anak. Jangan kemudian ditakut-takuti, sampai dilaporkan. Karena bagaimanapun kewajiban kita adalah mendidik anak sampai dia sukses,” ucap Zaenuri. [fak/aje]






