Blitar (beritajatim.com) — Jajaran petinggi Markas Besar (Mabes) TNI bersama PT Agrinas melakukan inspeksi mendalam ke sejumlah titik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Blitar Raya. Kunjungan strategis ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pangan dan jaringan logistik di tingkat desa.
Komandan Kodim (Dandim) 0808/Blitar, Letkol Inf Virlani Arudyawan, menjelaskan bahwa agenda ini dipimpin langsung oleh Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI yang hadir mewakili Wakil Panglima (Wapanglima) TNI.
“Kunjungan ini didampingi oleh Dirut Agrinas, serta perwakilan dari PLN, Kemenko Pangan, dan Kementerian Koperasi, guna meninjau kesiapan KDMP di wilayah Blitar,” ujar Letkol Inf Virlani Arudyawan , Jumat (12/06/2026).
Dari 5 titik kesiapan yang telah dipetakan, tim peninjau menyambangi 3 lokasi KDMP utama. Hasilnya, pihak Mabes TNI menyatakan kepuasan mendalam karena progres pembangunan dan konsep yang diusung oleh KDMP Blitar dinilai telah sesuai dengan ekspektasi pusat.
Dalam kunjungannya ke salah satu titik di kawasan Karangsari, asisten perencanaan bentukan TNI tersebut menekankan agar KDMP benar-benar bertransformasi menjadi mitra strategis masyarakat jelata.
Tidak hanya berfokus pada produk kemasan UMKM, peran KDMP juga diarahkan untuk menjadi penyeimbang pasar komoditas pokok, khususnya telur ayam yang harganya kerap fluktuatif di pasaran.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Direktur Utama Agrinas, pasokan telur dari peternak lokal Blitar nantinya akan dialirkan langsung melalui pintu KDMP. Langkah ini diambil untuk memotong rantai distribusi yang panjang.
“Nanti komoditas telur bisa langsung masuk ke KDMP, kemudian langsung disuplai untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau disalurkan ke wilayah pemenuhan instansi lain yang membutuhkan,” tegas Dandim 0808.
Meskipun secara keseluruhan konsep KDMP di Blitar dinilai sangat baik, Dandim tidak menampik adanya beberapa kendala stok barang operasional yang belum terpenuhi di beberapa unit koperasi, seperti belum tersedianya komoditas penting berupa gas LPG, pupuk, hingga gula pasir.
“Kekurangan barang seperti LPG 3 kilo, pupuk, dan gula langsung diatensi oleh Dirut Agrinas, Pak Jo. Segera barang-barang tersebut akan didrop, terutama tabung melon (LPG 3 kg) yang paling dicari masyarakat. Evaluasi kelangkaan ini tidak hanya berlaku di Blitar, melainkan juga menjadi catatan penting untuk wilayah lain seperti Jawa Tengah,” pungkas Letkol Inf Virlani. (owi/but)






