Ponorogo (beritajatim.com) – Gemuruh gong Grebeg Suro 2025 resmi berhenti berdentang di Alun-Alun Ponorogo, Kamis (26/6/2025) malam. Festival budaya tahunan ini ditutup langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama Wakil Bupati Lisdyarita dalam seremoni penutupan Festival Reog Remaja (FRR) ke-21 dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-30. Momen tersebut menjadi ajang pengumuman 10 grup Reog unggulan terbaik dari masing-masing kategori yang telah bertarung menunjukkan kemampuan terbaik selama sepekan.
Dua nama besar berhasil mencuri perhatian dan menjadi sorotan utama publik maupun dewan juri. Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo dinobatkan sebagai juara utama di ajang FRR, sedangkan Reyog Brawijaya dari Universitas Brawijaya Malang berhasil menyabet gelar tertinggi di kategori nasional FNRP. Singo Taruno Budoyo memboyong Piala Suromenggolo, sementara Universitas Brawijaya sukses membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Ajang FRR yang berlangsung pada 18–21 Juni 2025 diikuti oleh berbagai grup dari tingkat SMP dan sederajat. Dalam kompetisi tersebut, Singo Taruno Budoyo tampil memikat dan berhasil memuncaki daftar 10 besar terbaik sebagai berikut:
- Singo Taruno Budoyo – SMPN 1 Ponorogo
- Singo Sumowicitro – SMPN 2 Kauman
- Singo Bayi Djoyo Manggolo – SMPN 3 Ponorogo
- Jaya Manggala – SMPN 2 Ponorogo
- Sardulo Pratama – SMPN 6 Ponorogo
- Sekar Mas – SMPN 5 Ponorogo
- Krida Taruna – SMPN 1 Mlarak
- Taruno Mudho – SMPN 1 Jetis
- Sardula Candi Taruna – SMP 1 Kauman
- Singo Mulang Joyo – SMPN 4 Ponorogo
Sementara itu, FNRP yang digelar pada 22–25 Juni 2025 menghadirkan atmosfer kompetisi yang lebih ketat dan panas. Kejutan terjadi saat juara bertahan tahun sebelumnya, Gajah Manggolo dari SMAN 1 Ponorogo, harus rela turun ke posisi kedua setelah disalip oleh Reyog Brawijaya dari Universitas Brawijaya Malang.
Penampilan memukau dari grup Reog asal Malang tersebut membuat dewan juri menetapkannya sebagai yang terbaik tahun ini dan berhak atas Piala Bergilir Presiden RI, simbol supremasi tertinggi dalam seni Reog di tingkat nasional.
Berikut daftar lengkap 10 grup Reog unggulan terbaik FNRP ke-30 tahun 2025:
- Reyog Brawijaya – Universitas Brawijaya Malang
- Gajah Manggolo – SMAN 1 Ponorogo
- Krida Taruna – SMAN 2 Ponorogo
- Kencana Dewi – Hotel Ponorogo
- Bantarangin Singo Wijoyo – DKI Jakarta
- Singo Caraka Kusuma – Eks PB Arjowinangun
- Reog Tigang Njuru – Kabupaten Lumajang
- Manggolo Mudho – Pawargo Yogyakarta
- Reog Watoe Dakon – UIN Ponorogo
- Taruno Suryo – SMA Muhammadiyah
Dalam sambutannya, Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga budaya leluhur agar tetap hidup dan relevan di tengah tantangan zaman.
“Setiap tahun, kita buktikan bahwa Reog bukan sekadar warisan, tapi juga semangat yang hidup dan berkembang di generasi muda,” ujar Kang Giri. [end/beq]






