Pasuruan (beritajatim.com) – Seorang remaja yang duduk di bangku SMK menjadi korban rudapaksa empat orang pelaku. Para pelaku melancarkan aksinya secara bergiliran di sebuah gubug yang berada di tempat wisata pemandian di Kecamatan Winongan, Pasuruan, Jawa Timur.
Korban berasal dari Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Kejadian ini baru terungkap setelah korban mengadu kepada orangtuanya.
“Sudah kami laporkan kasus ini ke Polres Pasuruan pada Senin (1/8/2022) lalu. Hal ini diketahui sesaat korban mengatakan kepada kedua orang tuanya,” kata Ketua Bidang Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPT-PPA) Kabupaten Pasuruan, Dani Hariyanto, Selasa (9/8/2022).
Dani mengatakan, kejadian ini bermula setelah korban berkenalan dengan seorang pria lewat media sosial. Keduanya pelajar yang duduk di kelas sama namun beda sekolah.
Keduanya sempat melakukan hubungan yang insten di Facebook dan kemudian beralih di Whatsapp. Setelah hubungan di media sosial sangat sering dan akrab, korban diajak untuk beemain di pemandian wisata umbulan.
“Di umbulan, korban dikenalkan temannya dengan empat pemuda lain,” kata Dani.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kekerasan-seksual-anak”]
Teman pria itu kemudian meninggalkan korban ke kamar mandi. Korban akhirnya bersama empat orang yang sudah dikenalkan tadi.
“Ditinggal dengan empat pemuda lainnya di gubug,” imbuhnya.
Tanpa diduga, empat pemuda tersebut ternyata punya niat buruk kepada korban. Empat pemuda tersebut dengan tega menyetubuhi korban secara bergantian.
Di lain tempat Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan benar ada aduan warga terkait kekerasan seksual. Adhi juga mengatakan teman yang berkenalan dengan korban sudah ditangkap bersama seorang rekannya.
Adhi menjelaskan, teman korban tak ditahan karena tak ikut dalam aksi bejat tersebut. Tetapi teman korban dikenai wajib lapor.
“Untuk inisial D sudah kami tangkap tidak kita amankan, sedangkan IN (teman korban) kami wajibkan wajib lapor. Sedangkan 3 tersangka lainnya masih kami selidiki lagi,” tutup Adhi. [ada/beq]






