Ponorogo (beritajatim.com) – Relawan Jawa Timur Bersama Ganjar-Mahfud MD (Jatim Beragam) cabang Ponorogo terus bergerilya memperkenalkan sosok calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 kepada masyarakat Bumi Reog. Tidak hanya memperkenalkan sosok kedua kandidat capres dan cawapres, para relawan militan ini juga mengenalkan program unggulan dari pasangan yang diusung dari partai politik (parpol) PDI Perjuangan (PDIP) ini.
Salah satu program unggulan dari capres-cawapres Ganjar-Mahfud yang dikenalkan oleh relawan Jatim Beragam Ponorogo yakni program KTP Sakti. Ini merupakan program pengintegrasian segala informasi kebutuhan.
Selain itu juga pengintegrasian bantuan dalam satu kartu berupa KTP. Sehingga dengan program KTP Sakti ini, diharapkan tidak terjadi adanya penyelewengan dana dan salah sasaran dalam pemberian bantuan sosial (bansos)
“Program KTP Sakti ini harus disosialisasikan ke masyarakat. Sebab, program pengintegrasian berbagai informasi kebutuhan dan bantuan dalam satu kartu KTP ini sangat bagus. Bisa mencegah adanya penyelewengan dana atau salah sasaran dalam pemberian bansos,” kata Ketua Jatim Beragam Ponorogo, Belva Mutiara Beby, Sabtu (06/01/2024).
Belva menjelaskan bahwa pengenalan sosok capres-cawapres Ganjar-Mahfud dan program unggulannya ini, dilakukan relawan Jatim Beragam Ponorogo di 2 titik lokasi. Yakni masyarakat yang berada di sekitar kantor LSM Rumah Demokrasi di Desa/Kecamatan Babadan dan masyarakat di Desa Cekok Kecamatan Babadan Ponorogo.
Dalam kesempatan tersebut, Belva menyebut pihaknya juga melakukan kolaborasi dengan LSM Rumah Demokrasi Babadan melakukan aksi sosial dan solidaritas, berupa kegiatan pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan. Yakni dalam bentuk pendidikan manajemenisasi pengelolaan kebutuhan pokok dan senam sehat bersama para ibu rumah tangga.
“Ini sebagai bentuk pendekatan terhadap masyarakat mengenalkan Pak Ganjar dan Pak Mahfud MD. Sekaligus wujud kepedulian dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi kemasyarakatan,” katanya.
Dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan. Yakni dalam bentuk manajemenisasi pengelolaan kebutuhan pokok (prioritas). Dengan pelatihan ini, diharapkan agar masyarakat dapat mengelola kebutuhannya secara bijak dan terhindar dari pemborosan yang berujung pada kekurangan kebutuhan pokok.
“Dengan kegiatan pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan ini, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” pungkasnya. [end/beq]






