Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas Surabaya (Ubaya), Dr Benny Lianto, mengungkapkan jika pihaknya tidak ingin terburu-buru untuk menambah jumlah guru besar. Ia menekankan pentingnya kualitas, ketimbang kuantitas.
Ubaya saat ini memiliki total 30 guru besar, yakni 26 guru besar aktif dan 4 guru besar emeritus. Meskipun menargetkan 55 guru besar pada tahun 2027, Benny menekankan pentingnya kualitas proses peningkatan jumlah guru besar, bukan sekadar kuantitas.
“Target 55 guru besar pada 2027 itu memang sudah dicanangkan sejak 2023. Namun, ini bukan program percepatan. Kami tidak ingin terburu-buru. Kami ingin proses yang berkualitas, sehingga gelar guru besar benar-benar diraih oleh dosen-dosen yang unggul,” kata Benny usai acara pengukuhan tiga guru besar baru Ubaya, Kamis (27/2/2025).
Benny menyampaikan, Ubaya memproyeksikan pengukuhan tiga hingga lima guru besar baru pada tahun 2025 ini. Peningkatan jumlah guru besar diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Semakin banyak guru besar, kita berharap riset yang dilakukan bisa memberikan solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat,” katanya.
Target 55 guru besar, lanjut Benny, lebih sebagai inspirasi bagi para dosen untuk meningkatkan kualitas dan mempersiapkan diri menuju jenjang guru besar. Angka tersebut bukan target yang harus dikejar secara tergesa-gesa.
“Sampai 2027 kita akan memiliki 55 guru besar, di luar emeritus. Semoga target ini bisa kita capai, namun ini bukan program percepatan, ini bukan cepet-cepatan. Kami tidak mau seperti itu, kita ingin proses menjadi guru besar harus berkualitas,” tegasnya.
Seiring dengan bertambahnya jumlah guru besar, Ubaya telah menyiapkan beberapa pusat riset unggulan untuk mendukung penelitian para guru besar, antara lain bidang pangan dan kesehatan, energi baru terbarukan, serta literasi keuangan dan investasi.
“Puncaknya, pada tanggal 4 Maret mendatang, Ubaya akan meresmikan pusat riset yang akan menjadi payung bagi seluruh kegiatan riset di Ubaya. Pusat riset ini akan fokus pada persiapan masyarakat Indonesia dalam menghadapi proses penuaan dengan sehat dan bahagia,” beber Benny.
Untuk diketahui, Ubaya baru saja mengukuhkan tiga guru besar baru pada Kamis, 27 Februari 2025 di Gedung Perpustakaan Lantai 5, Kampus Ubaya Tenggilis.
Ketiga guru besar baru tersebut antara lain Prof. The, Jaya Suteja, Ph.D., Guru Besar di Bidang Ilmu Rekayasa Mesin pada Fakultas Teknik, Prof. Dr. apt. Dini Kesuma, S.Si., M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu Pengembangan Obat pada Fakultas Farmasi, dan Prof. Aluisius Hery Pratono, Ph.D., Guru Besar dalam Bidang Ilmu Bisnis Digital pada Fakultas Bisnis dan Ekonomika. [ipl/ted]






