Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah menggelar Forum Rektor di Makasar pada Sabtu (3/2/2024) lalu, Rektor Universitas Merdeka (Unmer) Kota Pasuruan, Dr. Ir. Sulistyawati mendeklarasikan pemilu damai. Ini guna mendukung jalannya pemilu yang damai dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dr. Sulistyawati mengatakan deklarasi ini menekankan pentingnya menjaga suasana yang kondusif. Sebab, belakangan dinamika politik 2024 mengancam demokrasi.
“Karena dinamika politik Pemilu 2024 mengancam demokrasi negara Indonesia. Sehingga menimbulkan konflik horisontal dan akan membahayakan kehidupan yang berbangsa dan bernegara,” jelas Sulistyawati, Senin (5/2/2024).
Sulistyawati juga mengatakan bahwa saat ini civitas akademik Unmer Kota Pasuruan memiliki kesadaran moral untuk menjaga demokrasi. Sehingga nantinya akan melahirkan pemimpin bangsa yang mampu membawa Indonesia sebagai bangsa yang adil dan makmur.
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa M. Aqsal Maulana juga menyampaikan pernyataan sikap BEM Unmer. Pernyataan sikap yang dilakukan terkait Deklarasi pemilu bermatabat dan sejuk tanpa provokasi.
“Kami menolak segala bentuk provokasi dan kampanye hitam, mendorong pemilu damai dan berkualitas, bersama menjaga kondusifitas dan keamanan, dan bersatu membangun Indonesia yang lebih baik. Bersama-sama, kita bangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” kata Aqsal.
Acara deklarasi ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Merdeka Kota Pasuruan dalam mendukung proses demokrasi yang sehat dan beradab. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa, diharapkan Pemilu yang akan datang dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan dan keberlangsungan negara. [ada/beq]






