Surabaya (beritajatim.com) – PDI Perjuangan Jawa Timur membuka rekrutmen terbuka bagi seluruh kalangan untuk bergabung sebagai kader dan pengurus partai di berbagai tingkatan. Dalam agenda ini, generasi Z menjadi sasaran utama untuk terlibat aktif dalam proses politik dan kebijakan publik.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengatakan masa depan demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh partisipasi generasi muda. Menurut dia, Gen Z memiliki peran strategis karena jumlah dan pengaruhnya yang semakin besar.
“Kami ingin Gen Z tidak melihat politik sebagai sesuatu yang kotor atau jauh dari kehidupan mereka. Politik adalah alat untuk memperjuangkan nilai, gagasan, dan perubahan melalui kebijakan publik yang diinginkan masyarakat, termasuk Gen Z,” kata Deni, Jumat (30/1/2026).
Deni menyampaikan rekrutmen terbuka ini memberi ruang seluas-luasnya bagi anak muda tanpa syarat latar belakang politik praktis. Dia menilai kreativitas dan kepekaan sosial Gen Z menjadi modal penting dalam membangun politik yang sehat.
“Tidak perlu takut. Gen Z itu kreatif, kritis, dan peka terhadap isu sosial. Mayoritas kita adalah generasi perintis yang ingin negeri ini lebih baik, dan itu modal besar untuk berpolitik,” ujar Wakil Ketua DPRD Jatim ini.
Dia menjelaskan rekrutmen mencakup posisi kader hingga pengurus struktural dari tingkat anak ranting di RW atau dusun, ranting di kelurahan atau desa, hingga pengurus anak cabang di kecamatan. Selain itu, partai juga membuka ruang partisipasi melalui berbagai sayap dan badan partai.
“Bagi Gen Z yang belum ingin masuk struktur partai, kami punya banyak ruang lain melalui badan dan sayap partai. Politik tidak selalu soal rapat dan jabatan,” ucap Deni.
PDI Perjuangan Jawa Timur juga menyiapkan fasilitas pendidikan politik melalui sekolah partai di bawah Badiklat DPD PDI Perjuangan Jatim. Berbagai badan partai disiapkan sebagai wadah minat dan bakat anak muda.
“Yang ingin belajar kepemiluan ada BP Pemilu dan BSPN. Yang tertarik seni dan budaya bisa ke Badan Kebudayaan Nasional, yang suka kerja kemanusiaan ada Baguna, dan yang fokus ekonomi kerakyatan bisa bergabung di BPEK,” katanya.
Deni menambahkan sayap partai seperti Taruna Merah Putih, Banteng Muda Indonesia, dan Repdem menjadi ruang belajar kepemimpinan dan advokasi. Dia menilai keterlibatan Gen Z adalah bentuk keberanian untuk tidak apatis terhadap masa depan bangsa.
“Politik berkaitan langsung dengan kebijakan yang memengaruhi kehidupan rakyat. Lebih baik Gen Z ikut masuk, mengawal, dan menentukan arah,” pungkas Deni. [asg/aje]






