Surabaya (beritajatim.com) – Polisi melakukan rekonstruksi Tragedi Vasa Hotel, Jumat (05/01/2024) sore. Dalam rekonstruksi itu terungkap bahwa Arnold mencampur hingga 200 ml metanol ke karafe para korban.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar, dalam pelaksanaannya ada 25 adegan. 25 adegan ini memang ada sedikit perbedaan, namun sudah diluruskan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono, Jumat (05/01/2024).
Awalnya, tersangka Arnold mengaku bahwa mencampur minuman itu dengan etanol ke dalam karafe. Namun, ternyata jerigen yang dikira berisi etanol itu adalah metanol yang dilarang untuk dikonsumsi karena beracun.
Dari informasi yang dihimpun Beritajatim.com pada orang yang mengikuti rekonstruksi, pada karafe pertama sampai kelima, Arnold mencampurkan 100 ml metanol. Lalu pada karafe keenam sampai kesembilan Arnold mencampurkan hingga 200 ml metanol.
“Pengakuan awal karafe ke 7 baru ada campuran. Ternyata karafe pertama sampai terakhir ada campurannya,” imbuh Hendro.
Setelah menggelar rekonstruksi, langkah selanjutnya Sat Reskrim Polrestabes Surabaya akan memintai keterangan saksi ahli.
“Setelah ini kami tindak lanjut, kami akan mendalami dengan memeriksa beberapa saksi ahli, guna memperkuat penangan perkara ini,” pungkasnya.
Sementara pantauan di lokasi kejadian, awak media yang hadir di lokasi kejadian tidak diperbolehkan masuk ke Cruz Lounge Bar, tempat dimana tragedi ini berawal sekaligus lokasi rekonstruksi adegan.
Para wartawan hanya diperkenankan menunggu di depan pintu masuk Cruz Lounge Bar. Setelah rekonstruksi usai, polisi langsung memberikan keterangan terkait hasil rekonstruksi di dalam. (ang/ian)






