Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Ima’an, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, memadati area rumah Wardatun Toyibah untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi kasus pembunuhan dan perampokan yang menimpa korban. Dalam rekonstruksi yang digelar pada Senin (7/7/2025) itu, dua tersangka yakni Akhmad Midhol dan Asrofin, memperagakan 33 adegan yang menggambarkan kronologi aksi kejam mereka.
Antusiasme warga yang tinggi membuat petugas Polres Gresik terpaksa memasang garis polisi agar jalannya rekonstruksi tidak terganggu. Banyak warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak, tampak ingin melihat langsung wajah kedua pelaku yang mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Tak jarang, keduanya diteriaki warga saat memperagakan adegan.
KBO Satreskrim Polres Gresik, Iptu Muhammad Nur Setyabudi, menjelaskan rekonstruksi dilakukan di empat titik lokasi berbeda. “Total ada 33 adegan yang diperagakan. Pelaku utama Akhmad Midhol memperagakan bagaimana ia masuk rumah korban dan melakukan penusukan pada leher serta perut korban hingga tewas. Setelah itu membawa kabur uang ratusan juta rupiah,” ungkapnya.
Dari hasil rekonstruksi, polisi memastikan tidak ada fakta baru yang ditemukan. Semua adegan dilakukan untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP). “Hasil rekonstruksi ini sepenuhnya untuk memperkuat pembuktian kasus,” tambah Iptu Budi.
Kasat Samapta Polres Gresik AKP Heri Nugroho mengatakan, pihaknya menurunkan ratusan personel guna mengamankan proses rekonstruksi mengingat besarnya perhatian masyarakat setempat.
“Kami tidak ingin kecolongan karena antusias warga sangat tinggi untuk melihat kedua pelaku ini,” tandasnya.
Dalam kasus ini, kedua pelaku terancam hukuman berat atas perbuatan sadis yang mereka lakukan terhadap korban Wardatun Toyibah. [dny/beq]






