Kediri (beritajatim.com) – Realisasi investasi di Kota Kediri tahun 2023 mencapai Rp1,347 triliun denganpenyerapan tenaga kerja sebesar 58.612 orang dari 30.448 unit usaha. Angka ini terbilang fantastis karena bisa melampaui target RPJMD.
Edi Darmasto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri mengatakan, capaian ini berkat kebijakan Pemkot Kediri dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di kota tahu. Kini Pemkot Kediri terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan untuk menarik investor masuk, salah satunya melalui digitalisasi sistem pelayanan perizinan.
“DPMPTSP Kota Kediri punya banyak inovasi layanan seperti Asistensi Pengisian LKPM Online Dibantu Sampai Lancar (Apelin Pacar), Respon Cepat Layanan Pembinaan Usaha Mendatangi Tempat Kegiatan Usaha (Rela Datang), Poliklinik Informasi Investasi dan Layanan Penyelesaian Problematikanya (Polin In Lop), Integrated System untuk User dan Instansi dengan Persyaratan Diambil dan Izin Diantar (Istri Pintar) dan beberapa inovasi lain yang memudahkan pelayanan,” jelas Edi, pada Senin (26/2/2024).
Data DPMPTSP Kota Kediri merinci, sektor usaha yang bertengger di urutan pertama yakni perdagangan dan reparasi dengan nilai Rp. 393,71 miliar dengan menyerap 21.768 tenaga kerja. Selanjutnya di posisi kedua yakni sektor jasa lainnya sebesar Rp. 355,59 miliar dengan menyerap 8.912 tenaga kerja. Di posisi ketiga diisi sektor hotel dan restoran sebesar Rp. 176,60 miliar dengan menyerap 12.341 tenaga kerja. Diketahui, capaian tersebut berhasil melampaui target investasi berdasarkan RPJMD Tahun 2023 yakni Rp. 810 miliar atau setara dengan 166,2 persen.
Lebih lanjut Edi, keberadaan Mal Pelayanan Publik yang terletak di Dhoho Plaza turut menjadi magnet bagi investor untuk membuka usaha di Kota Kediri. “Saat ini Kota Kediri sudah ada MPP, jadi waktu MPP di Kota Kediri berdiri, jumlahnya di Indonesia baru 30 persen dan alhamdulillah perkembangan di Kota Kediri tergolong cepat,” terangnya.
Ia mengutarakan bahwa saat ini Kota Kediri tengah fokus dalam mengembangkan usaha di bidang Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) dan menjadikannya prioritas investasi. “Di Kota Kediri belum ada hotel bintang lima, jadi kita berupaya maksimal agar ada investor yang mau membangun hotel bintang lima di sini. Jadi nanti kalau Bandara Dhoho Kediri sudah beroperasi, hal ini sangat relevan sekali,” ujarnya.
Menurutnya, investasi merupakan jangkar pertumbuhan ekonomi. Untuk itu dirinya berharap investasi di Kota Kediri bisa semakin meningkat yang akhirnya bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat serta membuka lapangan kerja baru. “Harapan investasi di Kota Kediri semakin meningkat terutama MICE karena menjadi prioritas investasi,” tandasnya. [nm/kun]






