Jember (beritajatim.com) – Realisasi insentif sejumlah guru ngaji di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terkendala Nomor Induk Kependudukan (NIK) santri.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Jember Nurul Hafid Yasin mengatakan, dalam petunjuk teknis insentif disyaratkan adanya lampiran nama santri yang dilengkapi NIK. “Nah, ada beberapa wali santri yang masih tidak mengizinkan untuk memberitahukan NIK anak mereka,” katanya, Rabu (11/3/2026).
Para wali santri itu beralasan NIK adalah dokumen rahasia. “Mereka hawatir disalahgunakan segala macam. Padahal kami pastikan bahwa ini hanya untuk pendataan santri dari masing-masing guru ngaji sebagai penerima insentif,” kata Hafid.
Pencantuman NIK santri bertujuan untuk mempermudah auditor untuk mengecek akurasi identitas santri berdasarkan nama dan alamat. “Kalau hanya nama, bingung auditor waktu mengeceknya,” kata Hafid.
Sebanyak 22 ribu orang guru ngaji muslim, guru pengajar kitab nonmislim, serta mudin, tiga ribu marbot, dan dua ribu orang ketua pengajian muslimah akan menerima insentif masing-masing Rp 1,5 juta.
Realisasi insentif guru ngaji sudah berjalan secara bertahap sejak Selasa (10/3/2026). Kemarin Pemkab Jember merealisasikan insentif untuk 1.955 penerima di 26 desa di tujuh kecamatan. Sementara untuk hari ini 2.135 orang di 26 desa di lima kecamatan menerima insentif.
Realisasi dilakukan hingga 17 Maret 2026. “Insyaallah nanti kita realisasikan paling banyak pada hari Sabtu, karena saat itu Bank Jatim libur, sehingga personelnya banyak. Bisa jadi pada Sabtu nanti sasarannya 80-100 desa,” kata Hafid.
Realisasi ini dipantau terus oleh Komisi D DPRD Jember. “Tahun ini rencananya sebelum Idul Fitri sudah dicairkan. Kami akan memantau pelaksanaan ini sampai selesai, sehingga kami tahu bahwa sampai batas akhir Ramadan, insentif guru ngaji ini bisa benar-benar nyampai kepada yang bersangkutan,” kata anggota Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi.
Sejauh ini, Hafidi belum menerima pengaduan apapun soal proses pencairan insentif. “Daftar calon penerima baru muncul kemarin. Kami akan pantau terus, sehingga ketika ada kesulitan bisa segera terselesaikan,” katanya. [wir]






