Jakarta (beritajatim.com) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan strategis dengan investor global ternama, Ray Dalio, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (7/3/2024).
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah menteri serta pengusaha swasta guna membahas strategi optimalisasi pengelolaan aset nasional dan peningkatan investasi di Indonesia.
Ray Dalio investor yang mempunyai harta US$14 miliar atau sekitar Rp228 Triliun dan menjadikannya sebagai orang terkaya ke-163 seperti dikutip majalah Forbes (2025).
“Saya melihat di Indonesia, dan saya melihat pada Presiden Prabowo, sesuatu yang pernah saya lihat ketika saya mulai terlibat di Tiongkok pada tahun 1984 saat Deng Xiaoping berkuasa. Hal yang sama saya lihat ketika Lee Kuan Yew memimpin Singapura, serta pemimpin-pemimpin hebat lainnya yang memiliki kapasitas untuk membawa sebuah negara dengan potensi besar menuju masa transisi dan mengubahnya menjadi sesuatu yang luar biasa,” kata Ray Dalio, Jumat (7/3/2024).
Ray menambahkan dirinya mengukur potensi dan kekuatan negara-negara menggunakan berbagai statistik, seperti indeks kesehatan, secara harfiah mengukur kesehatan dan tantangan yang dihadapi sebuah negara untuk memproyeksikan tingkat pertumbuhannya dalam 10 tahun ke depan.
Ada sejumlah faktor yang menunjukkan bahwa Indonesia berada pada titik lepas landas, dengan potensi besar untuk berkembang pesat.
Faktor-faktor ini mencakup tingkat utang yang relatif rendah serta kemampuan untuk menarik modal yang dapat diinvestasikan guna menciptakan momentum pertumbuhan. Begitu modal dapat terbentuk dengan baik, negara akan mencapai titik lepas landas seperti yang telah terjadi di berbagai negara lain seperti Singapura dan China.
Namun, tentu ada tantangan yang harus diatasi. Faktor-faktor seperti birokrasi, kemudahan mendirikan bisnis, semangat kewirausahaan, pembentukan modal, serta tingkat korupsi adalah tantangan utama yang harus dihadapi.
“Dari pengalaman saya di berbagai negara seperti Tiongkok dan Singapura, saya memahami pentingnya peran seorang pemimpin dalam mengendalikan situasi dan melakukan reformasi untuk mempercepat pertumbuhan, memberdayakan masyarakat, serta mengatasi hambatan seperti korupsi dan birokrasi pemerintahan. Dari pembicaraan saya dengan Presiden Prabowo, saya percaya bahwa ia memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin yang mampu mewujudkan perubahan besar tersebut,” ujar Ray.
Itulah yang membawanya ke Indonesia, untuk bertemu dengan pengusaha dan berdiskusi tentang berbagai hal ini. Banyak pemimpin dunia dan pihak-pihak lain yang tertarik untuk terlibat dalam perubahan ini, terutama dalam dunia yang semakin global.
Dengan kondisi yang tepat, Indonesia dapat menarik perhatian dunia dalam upaya modernisasi dan peningkatan efisiensi, yang akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan negara ini.
“Sebagai seorang investor makro global, saya selalu memantau perkembangan dunia dan bertaruh pada apa yang akan terjadi. Saya bukan seorang akademisi, tetapi seorang profesional yang memahami pola ekonomi dan perubahan dalam tatanan dunia,” ujarnya.
Berdasarkan penelitian Ray Dalio terhadap sejarah 500 tahun terakhir, menemukan ada lima faktor utama yang mendorong perubahan dalam tatanan dunia:
1. Uang, utang, dan pasar keuangan – Faktor ini mempengaruhi segalanya, karena menciptakan siklus utang yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi suatu negara.
2. Konflik internal antara kelompok kiri dan kanan – Di banyak negara, terutama di Amerika Serikat, perbedaan antara kelompok ini semakin tajam dan tidak dapat didamaikan. Bukan lagi sekadar perbedaan pendapat, tetapi telah menjadi perang ideologi tanpa kompromi.
3. Perubahan geopolitik global – Sejarah menunjukkan bahwa setelah perang besar, akan ada persaingan antara kekuatan yang sedang bangkit dengan kekuatan lama yang berkuasa. Saat ini, dunia sedang bergerak dari era multilateral menuju unilateralisme, di mana negara-negara lebih fokus pada kepentingan masing-masing daripada kerja sama global.
4. Faktor alam – Bencana seperti kekeringan, banjir, dan pandemi telah membunuh lebih banyak orang dan mengguncang tatanan dunia lebih daripada perang. Saat ini, pengaruh faktor alam lebih besar dari sebelumnya.
5. Inovasi teknologi manusia – Saat ini, teknologi yang paling berpengaruh adalah kecerdasan buatan (AI). AI akan mengubah segalanya, mulai dari dunia medis, pemerintahan, hingga ekonomi secara keseluruhan.
Kelima faktor ini bekerja bersama dalam menciptakan perubahan besar dalam tatanan dunia. Ray Dalio mengakui Indonesia memiliki potensi besar, asalkan tantangan yang ada dapat diatasi.
Ray berada di Indonesia bukan untuk mencari keuntungan finansial, tetapi karena terdorong oleh inspirasi untuk melihat perubahan besar yang bisa terjadi di negara Indonesia. “Jika saya bisa membantu dalam mewujudkan potensi tersebut, saya akan sangat senang,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya konsolidasi ekonomi melalui entitas baru, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, yang resmi diluncurkan pada Februari 2024. Langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan aset negara agar lebih efisien dan memiliki daya saing global.
“Danantara ini kita konsolidasikan untuk melaksanakan suatu perbaikan, suatu peningkatan dalam kinerja, dengan melakukan suatu perbaikan-perbaikan, di mana perlu perbaikan dan kita akui sendiri bahwa kita banyak perlu perbaikan semuanya supaya kinerja aset-aset kita cukup baik,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap pandangan kritis dan pengalaman investor global dalam pengelolaan aset nasional. Ia berharap entitas ekonomi di Indonesia dapat beroperasi secara efisien dan mampu bersaing di kancah internasional.
“Dengan demikian saya mengundang tokoh-tokoh ekonomi Indonesia yang di bidang swasta yang sudah punya pengalaman sendiri puluhan tahun dalam manajemen, dalam investasi, dalam pengelolaan untuk bersama-sama dengan pemerintah. Sehingga nanti pelaksanaan daripada Danantara ini akan dilakukan dengan cermat dan dengan teliti. Saya kira itu pembukaan dari saya,” tambahnya.
Selain membahas pengelolaan aset, Presiden Prabowo juga memperkenalkan sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang baru. Dalam kesempatan tersebut, ia mengundang Ray Dalio untuk berbagi wawasan dan berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi nasional.
“Saya baru saja menjelaskan bagaimana kami sangat beruntung bisa anda hadir di sini dengan pengalaman-pengalaman anda, dengan berbagai pengalaman yang sangat jelas dan luas di Ekonomi global, dengan berbagai pengalaman di Asia, di Timur Tengah dan di dunia. Serta kami sangat beruntung dengan anda hadir di sini sebagai seorang sahabat,” ujar Presiden Prabowo kepada Ray Dalio.
Ray Dalio, yang dikenal sebagai investor dengan wawasan mendalam dalam strategi investasi dan manajemen aset, diharapkan dapat memberikan perspektif berharga bagi Indonesia. Kehadirannya di Tanah Air juga diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya rasa kami memang memerlukan nasihat-nasihat yang kritis ini, saya rasa kuncinya untuk bisa bagaimana kemajuan di dunia ini bisa selalu kami cari, dan di mana kami selalu memerlukan nasihat-nasihat kritis dan juga keberanian untuk belajar dari satu sama lain. Saya rasa inilah kuncinya,” tandas Presiden Prabowo.
Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengelola aset secara strategis serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan investor global dan sinergi antara pemerintah serta sektor swasta, diharapkan Indonesia dapat semakin kompetitif di kancah internasional.
Prabowo turut mengundang sejumlah konglomerat yang telah memiliki pengalaman panjang dalam bisnis dan investasi. Beberapa nama besar yang hadir antara lain:
Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam)
Tomy Winata
Chairul Tanjung
Hashim Djojohadikusumo
James Riady
Prajogo Pangestu
Garibaldi Thohir
Sugianto Kusuma (Aguan)
Hilmi Panigoro
Franky Oesman Widjaja
Anthony Salim






