Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga kebutuhan pokok di sejumlah wilayah cenderung ada kenaikan. Kondisi ini membuat ratusan warga di Ponorogo, menyerbu sebuah pasar sembako murah yang digelar oleh Gereja Sidang Jemaat Allah Ponorogo pada Minggu (15/12) siang.
Pasar murah yang berada di halaman komplek Ruko Gajah Mada Kelurahan Kepatihan, Ponorogo ini, menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran. Tidak hanya sembako, pasar itu juga menjual jajanan khas desa. Namun, harga beberapa kebutuhan pokok yang miring itu, menjadi daya tarik warga menyerbu pasar tersebut.
Ratusan emak-emak rela mengantre demi mendapatkan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga yang lebih terjangkau. Misalnya, beras premium yang biasanya dijual seharga Rp16.000 per kilogram, di pasar murah ini hanya dibanderol Rp10.000. Minyak goreng merek Fortune yang biasanya Rp22.000 dijual Rp19.000, sementara gula pasir dipatok hanya Rp15.000 per kilogram.
“Selisih harganya lumayan jika dibandingkan dengan harga yang ada di pasaran,” kata Sri Wulan, salah satu pengunjung pasar sembako murah.
Warga Kecamatan Siman ini, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Dia berharap, hingga nataru nanti, ada banyak pasar murah yang digelar. Sebab, melihat pengalaman selama ini, jelang nataru ada kebutuhan pokok yang cenderung naik harganya.
“Ya harapannya banyak yang mengadakan pasar murah hingga nanti nataru, ya karena memang cenderung naik harga-harga bahan pokok,” katanya.
Sementara itu, David, salah satu panitia acara pasar sembako murah mengungkapkan bahwa pasar murah ini, merupakan bagian dari upaya jemaat gereja untuk membantu menekan harga kebutuhan pokok yang semakin melonjak. Selain itu, acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Natal.
“Kami tidak hanya menjual sembako murah untuk masyarakat umum, tetapi juga menyediakan paket khusus bagi warga kurang mampu seharga Rp30.000,” katanya.
David menjelaskan bahwa dalam paket seharga Rp30.000 itu, mereka mendapatkan 2 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, dan 3 bungkus mi instan. Ia menyebut bahwa asar sembako murah ini, menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas sosial di tengah potensi lonjakan harga menjelang akhir tahun.
“Semoga kegiatan ini bisa sedikit membantu warga untuk memenuhi kebutuhannya jelang akhir tahun,” tutup David. [end/but]






