Probolinggo (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo selama kurang lebih enam jam tanpa jeda, Sabtu (21/2/2026), sejak pukul 18.00 hingga 23.30 WIB, berubah menjadi bencana. Lima kecamatan dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter, bahkan setinggi dada orang dewasa.
Lima wilayah yang terdampak yakni Kecamatan Besuk, Paiton, Kraksaan, Krejengan dan Gading. Air bah yang datang cepat membuat warga panik. Sejumlah lansia terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet yang diturunkan pemerintah daerah ke titik-titik terparah.
Berdasarkan laporan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, genangan air di beberapa lokasi mencapai satu meter. Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Krejengan, di mana air setinggi dada orang dewasa merendam permukiman warga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, laporan banjir masuk hampir bersamaan dari berbagai wilayah. Tim gabungan langsung bergerak cepat menyisir lokasi terdampak.
“Kami bergerak cepat mengevakuasi lansia dan anak-anak. Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Oleh karena itu perahu karet langsung kami turunkan di titik atau lokasi yang parah,” ujar Sekda Ugas, Minggu (22/2/2026).
Di tengah suasana Ramadan, banjir ini juga memicu kekhawatiran baru. Banyak warga membutuhkan makanan siap saji untuk berbuka dan sahur, selain kebutuhan logistik dasar lainnya.
“Pendataan masih berlangsung dan bantuan logistik juga sedang kami siapkan. Tidak hanya makanan siap saji, tapi juga alat-alat medis karena khawatir ada warga yang kesehatannya terganggu akibat banjir,” tegasnya.
Hingga kini, jumlah rumah dan fasilitas umum yang terdampak masih dalam proses pendataan. Meski demikian, pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Berapa rumah yang terdampak dan rusak masih dalam pendataan. Oleh karena itu kami imbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah situasi,” pungkasnya.
Banjir kali ini menjadi pengingat keras bahwa cuaca ekstrem masih mengintai. Warga di lima kecamatan diminta tetap siaga, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. [ada/suf]






