Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi kembali menjadi tuan rumah kompetisi sepeda tanpa pedal atau push bike, yang kali ini menggelar seri ketiga, Push Bike Series 3 Final Round.
Bertempat di Pantai Marina Boom, akhir pekan lalu, acara ini berhasil menarik perhatian ratusan peserta anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 310 peserta, termasuk perwakilan dari Kalimantan, Makassar, Yogyakarta, Klaten, Ngawi, Surabaya, Kediri, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember, Bali, dan Banyuwangi, turut memeriahkan event ini.
Kompetisi ini dibuka secara langsung oleh Asisten Administrasi Umum, Suratno. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian kompetisi Push Bike yang telah dimulai dengan Push Bike Series 1 dan 2.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga memberikan sambutan hangat kepada peserta, orang tua, dan masyarakat yang hadir. “Kompetisi Push Bike bukan hanya sekedar lomba tapi juga menjadi ruang pembinaan bakat olahraga sejak dini bagi anak-anak. Selamat bagi semua pemenang dan jangan menyerah bagi yang belum berhasil,” ujar Ipuk.
Selain sebagai ajang kompetisi, Ipuk menambahkan bahwa acara ini merupakan bagian dari program sport tourism yang dimasukkan dalam agenda Banyuwangi Festival 2026. Hal ini tentu saja memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Banyuwangi serta menarik minat wisatawan ke daerah ini.
Mirna, salah satu orang tua peserta, mengungkapkan kebanggannya atas penyelenggaraan kompetisi yang digelar di spot wisata. “Menarik sih digelar di tempat wisata. Biasanya anak kami berlatih di Gesibu atau di CFD A Yani tiap akhir pekan. Salut dengan Banyuwangi yang banyak mewadahi kreativitas dan hobi anak-anak,” tuturnya.
Ini juga menunjukkan bahwa Banyuwangi telah memberikan ruang bagi pengembangan potensi anak-anak melalui berbagai kegiatan yang melibatkan sektor olahraga dan pariwisata.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Alvin Kurniawan, menjelaskan bahwa kompetisi ini dibagi dalam beberapa kategori. Dimulai dengan kategori 2023 Mix, yang bersifat non-seri bagi peserta termuda, hingga kategori bergengsi Free For All (FFA) Max bagi peserta kelahiran 2016. Kategori FFA Max ini menampilkan para rider berpengalaman yang siap bersaing di lintasan yang menantang.
Dengan adanya kompetisi seperti ini, Banyuwangi semakin membuktikan diri sebagai daerah yang mendukung pengembangan bakat olahraga anak-anak sekaligus mempromosikan pariwisata lokal. Banyuwangi terus mendorong terciptanya program-program yang memberikan manfaat jangka panjang untuk masyarakat dan juga daerah. [alr/suf]






