Ponorogo (beritajatim.com) – Perjuangan ratusan guru honorer di Ponorogo yang lolos passing grade (PG) dalam rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap 2 yang tidak mendapatkan formasi sekolah akhirnya membuahkan hasil.
Setelah memperjuangkan nasib mereka, dengan melobi kesana-kesini, Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo memutuskan bahwa mereka akan diprioritaskan.
“Ratusan guru honorer ini sudah lolos PG, namun dalam rekrutmen PPPK tahap 2 lalu tidak mendapatkan formasi sekolah, maka pada rekrutmen tahun ini mereka bakal diprioritaskan,” kata Kepala BKPSDM Kabupaten Ponorogo, Andy Susetyo, Selasa (2/8/2022).
Data BKPSDM Kabupaten Ponorogo, tercatat ada 341 guru honorer yang sudah lolos PG dalam rekrutmen PPPK tahap 2 lalu. Nanti, kalau formasi PPPK turun untuk Ponorogo, kata Andy pihaknya akan memasukkan dulu ratusan guru honorer yang sudah PG ini. Mereka juga tidak melakukan tes lagi, karena memang sudah PG.
“Kebijakan ini mengacu dalam peraturan dari MenPan RB nomor 20 tahun 2022, disebutkan bahwa ada sejumlah kategori yang mendapatkan prioritas untuk diangkat menjadi PPPK. Ya, salah satunya guru honorer yang sudah lolos PG dan belum mendapatkan formasi sekolah,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”guru-honorer”]
Beberapa waktu yang lalu, ratusan guru yang tergabung forum guru honorer lolos passing grade melakukan doa dan istighotsah bersama di Masjid Agung Cokronegoro. Mereka berdoa supaya bisa langsung diprioritaskan mendapatkan formasi tempat mengajar.
“Kita dari forum guru honorer lolos passing grade melakukan agenda doa dan istighotsah bersama di Masjid Agung Cokronegoro,” kata perwakilan guru honorer, Widi Kurniawan.
Doa bersama itu, kata Widi bertujuan untuk memohon kepada Tuhan dipermudahkan, supaya Kabupaten Ponorogo menyediakan formasi PPPK untuk guru. Nah, guru honorer yang sudah lolos passinggride ini bisa diprioritaskan.
Keinginan itu bukan tanpa sebab, Widi menjelaskan itu sudah sesuai isi dari Peraturan MenPan RB nomor 20 tahun 2022, dimana isi surat itu, intinya yang lolos passing grade ini, diprioritaskan pertama.
“Kita seleksi PPPK tahun 2021, seharusnya ada tahap 3. Namun untuk tahap 3 ini, katanya dilebur jadi satu di tahun 2022. Info yang beredar kita yang lolos seleksi 2021 akan dimasukkan di tahun 2022 ini. Tidak melewati seleksi lagi,” kata guru honorer yang sudah 12 tahun mengajar di SDN 2 Ngrayun itu.
Untuk diketahui, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tidak mengadakan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebagai gantinya, Pemkab Ponorogo kembali melakukan perekrutan untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo mengusulkan 802 formasi PPPK kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Tahun ini hanya perekrutan PPPK, kita usulkan ke BKN sebanyak 802 formasi,” kata Andy Susetyo.
Jika sebelum-sebelumnya PPPK hanya untuk kuota guru SD dan SMP, tahun ini kata Andy bukan hanya untuk kuota guru saja. Melainkan juga ada formasi tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Jumlah 802 formasi PPPK itu, sebanyak 541 untuk guru, tenaga kesehatan ada 106 orang dan tenaga teknis sebanyak 155 orang.
“Bukan hanya kuota guru saja, kali ini juga ada PPPK untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis,” ungkap mantan Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo itu.
Andy menyebut saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Pemerintah Pusat terkait jumlah formasi PPPK yang nantinya disetujui. Harusnya, informasi terkait formasi itu akan diberikan pada akhir bulan Juli ini. Namun, hingga memasuki awal bulan Agustus 2022, belum ada keterangan resmi dari BKN.
“Duku katanya sekitar akhir bulan Juli, tapi sampai sekarang belum ada informasi dari BKN,” katanya. (end/ted)






