Banyuwangi (beritajatim.com) – Ini dia destinasi wisata baru di Banyuwangi. Beda konsep dengan yang lain karena berbasis pertanian yang keren. Ya, Agro Wisata Taman Suruh (AWT) siap jadi pilihan wisata akhir tahun bersama keluarga. Proyek ini baru rampung dibangun oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR).
Wisata ini diharapkan jadi daya tarik pariwisata baru dan menjadi wisata unggulan Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memastikan Agro Wisata Tamansuruh (AWT) segera rampung. Pihaknya sengaja berkeliling lokasi melihat hasil pengerjaan revitalisasi AWT.
Di lokasi itu terdapat berbagai macam hiasan dan ornamen yang menarik. Selain itu hamparan pemandangan dan suasana indah siap memanjakan mata. Berbagai sarana di antaranya gugusan rumah khas Suku Osing dan sejumlah fasilitas lainnya, seperti toilet hingga kolam. Lansekap yang berpadu dengan kawasan pertanian membuat suasana makin indah dan sejuk.
“Sudah rampung, sudah kami cek. Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung Banyuwangi. Semoga hadirnya AWT dengan wajah baru ini bisa lebih memacu pemulihan ekonomi di Banyuwangi,” ungkap Ipuk, Rabu (28/12/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”wisata-banyuwangi”]
Meski demikian untuk bisa jadi wisata unggulan Banyuwangi masih diperlukan finishing touch agar lebih sempurna. “Bangunan fisiknya sudah selesai, lansekapnya nanti menjadi pekerjaan pemkab. Ini akan terus kita kerjakan dan sempurnakan bersama dinas-dinas terkait. Harapan kami, seiring penyerahan oleh Kementrian PUPR, pengerjaan lansekapnya juga sudah selesai,” kata Ipuk.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PU Cipta Karya Pertamanan Permukiman (CKPP) Banyuwangi, Danang Hartanto, meski telah rampung kawasan AWT masih di bawah kewenangan Kementerian PUPR. “Saat ini masih dalam tahap pemeliharaan oleh pihak ketiga. Dijadwalkan Mei 2023 baru diserahkan kepada Pemkab Banyuwangi,” ungkapnya.
Meski demikian, kata Danang, Bupati Ipuk telah menginstruksikan jajaran OPD terkait untuk ambil bagian dalam proses penyiapan kawasan tersebut. “Kami bagi tugas. Misalnya, Dinas Pertanian akan menyiapkan lansekap, Dinas PU CKPP pemeliharaan fasilitas, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk pemeliharaan kebersihannya,” urai Danang. [rin/suf]






