Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus Daerah Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Provinsi Jawa Timur menggelar pertemuan dengan pegiat literasi sekaligus rapat kerja (raker) tahun 2025 pada Senin, 14 Juli 2025.
Agenda yang berlangsung di Ruang Bina Pustaka, Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat S Suwardi.
Rapat kerja tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah membangun budaya literasi masyarakat Jawa Timur. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan GPMB Provinsi Jawa Timur serta pegiat literasi dari berbagai kota dan kabupaten guna memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat.
Tema yang diusung, “Refleksi, Sinergi, dan Strategi Gerakan Literasi ke Depan,” menegaskan pentingnya refleksi dan kerja sama lintas komunitas.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Tiat S Suwardi, dalam sambutannya menyampaikan ajakan untuk membangun kolaborasi luas. “Mari kita berkolaborasi dengan siapa saja untuk semakin meningkatkan indeks minat baca di Jawa Timur. GPMB bisa turun langsung ke perpustakaan komunitas untuk meningkatkan literasi,” pesannya di hadapan peserta raker.
Jawa Timur sendiri memiliki banyak komunitas baca yang tumbuh dan berkembang secara mandiri. Komunitas-komunitas tersebut tak hanya menggiatkan aktivitas membaca, tetapi juga aktif menyelenggarakan pameran, diskusi, pentas seni, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya.
Beberapa komunitas yang aktif di antaranya Surabaya Book Party, Surabaya Baca, Baca di Surabaya, Baca Bareng Surabaya, dan Silent Book Club.
Agung Budi Kristiawan, Bidang Humas GPMB Jatim yang juga Humas Perpustakaan Universitas Airlangga, menilai kehadiran GPMB dapat menjadi wadah pemersatu berbagai komunitas literasi di Jawa Timur. “Dengan banyaknya komunitas literasi, GPMB Jatim bisa dijadikan payung bagi semua aktivitas mereka,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum GPMB Jatim, Bambang Prakoso, menegaskan pentingnya GPMB hadir di tengah komunitas akar rumput. “GPMB era kini tidak harus elitis tapi harus bisa merangkul semua grass root. Jika literasi di level ini berkembang, literasi masyarakat juga berkembang,” tandasnya. [suf]






