Surabaya (beritajatim.com) – Seorang wisudawan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Lailatul Muharromah membagikan nasi boran kepada rektor dan panitia wisuda sebagai ungkapan syukur kelulusannya.
Ella, yang berasal dari keluarga pedagang makanan itu diwisuda pada Kamis (26/9/2024). Ia berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,98 di Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Ia bercerita, setelah tidak melanjutkan kuliah karena masalah biaya, Ella mendaftar Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) atas saran teman dan guru. Motivasi utamanya kuliah yakni ingin memberikan dampak positif bagi orang lain.
“Sejak SMP saya sudah mulai menanamkan nilai itu dalam diri. Saya ingin bisa berperan aktif dan memberi manfaat, hingga berdampak lebih besar melalui kegiatan sosial dan organisasi,” katanya.
Ella mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi saat berkuliah adalah rasa malas dan kegelisahan. Tetapi ia mampu mengatasi hal itu dengan menetapkan tujuan dan mengatur waktu secara efektif.
“Menghadapi diri sendiri adalah tantangan terbesar. Rasa malas, takut gagal, itu sering muncul. Tetapi saya selalu berusaha untuk menemukan motivasi pribadi dan menetapkan tujuan yang jelas,” ungkapnya.
Selain akademik, Ella aktif berorganisasi. Ia menjabat Gubernur BEM dan Wakil Bupati HIMA PGSD. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan mengajar anak-anak di daerah minim pendidikan melalui Program MBKM Kampus Mengajar.
“Berorganisasi memberi banyak pengalaman berharga. Saya belajar bagaimana mengelola acara, berkoordinasi dengan banyak pihak, dan memimpin tim dalam situasi yang menantang,” tutur.
Putri dari pasangan Musrap Efendi dan Khusnul Khotimah itu menambahkan bahwa keluarga menjadi sumber motivasi dan dukungannya.
Ia pun berharap dapat menginspirasi mahasiswa lain dan berencana melanjutkan pendidikan S2 dengan beasiswa LPDP. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan masa kuliah untuk meraih prestasi dan memperluas relasi. [ipl/ian]






