Surabaya (beritajatim.com)– Tak ada hasil yang menghianati usaha, begitulah penggalan kata kata motivasi bagi kebanyakan orang untuk menyemangati seseorang dalam bekerja menjadi rezeki.
Dalam agama Islam, salah satu yang mampu memperlancar rezeki di antaranya
rutin membaca shalawat.Nabi Muhammad saw sendiri menjanjikan bahwa siapa yang bershalawat untuknya, maka Allah swt akan membalasnya 10 kali lipat.
KH Munawir Abdul Fattah dalam Bacaan Sholawat Nariyah Arab, Latin, dan Terjemahannya, menulis bahwa shalawat yang juga dikenal sebagai shalawat Tafrijiyah ini dapat memberikan keutamaan rezeki yang tidak putus. Hal ini bagi yang dapat rutin membacanya 11 kali setelah shalat fardhu.
“Dan Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rezekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya,” ujarnya melansir portal resmi Nahdlatul Ulama, Selasa (13/8/2024).
Lebih lanjut, Kiai Munawir menjelaskan bahwa dalam kitab Khazinatul Asrar karya Sayyid Muhammad Haqqi An-Nazili dijelaskan, bahwa shalawat yang juga disebut Tafrijiyah Qurthubiyah itu merupakan bacaan yang mustajab. Karenanya, orang Maroko menyebutnya Nariyah mengingat jika umat Islam mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai, mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah.
Adapun lafal shalawat Nariyah adalah sebagai berikut, lengkap dengan tulisan latin dan terjemahnya.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman `alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-`uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa `alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin bi`adadi kulli ma`lûmilak(a).
Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.” [aje]






