Surabaya (beritajatim.com) – Belakang warganet dihebohkan oleh video viral ibu-ibu yang menyebutkan adanya sepeda Nabi Adam. Dalam video tersebut tampak perekam berada di dalam sebuah bus atau sejenisnya. Dengan pemandangan sepeda yang berukuran raksasa.
“Pelan-pelan Pak Sopir, pelan-pelan Pak Supir. Astagfirullahaladzim. Buk, sepeda Nabi Adam yek. Sepeda Nabi Adam,” ujar ibu-ibu dalam rekaman video tersebut.
Hal ini pun sontak membuat masyarakat bertanya-tanya perihal lokasi maupun kebenaran apakah sepeda tersebut benar peninggalan Nabi Adam?
Adapun lokasi adanya sepeda raksasa tersebut berada di Kota Jeddah, Arab Saudi. Tepatnya di persimpangan yang dikenal sebagai “Bundaran Sepeda” dan terletak di Al-Darraja Square.
Sedangkan fakta sepeda Nabi Adam sendiri sebenarnya hanyalah sebuah patung yang dibuat untuk mempercantik Kota. Sepeda dengan ukuran 15 meter tersebut dirancang oleh Julio Lafuente pada pertengahan 1982-an. Dengan material terbuat dari batu granit putih dan batu hitam.
BACA JUGA: E-commerce yang Paling Banyak Dikunjungi Tahun 2023, Si Oren atau Si Ijo?
Kemudian pada tahun 2013, mulai dibuat jembatan layang sepanjang 583 meter. Di mana jembatan ini dikenal sebagai “Jembatan Sepeda”, karena letaknya yang berada di atas bundaran.
Sekadar untuk diketahui bahwa Julio sendiri merupakan arsitek asal Madrid, Spanyol, yang mulai bekerja di Jeddah pada pertengahan tahun 1970-an. Pria kelahiran tahun 1920 ini pun kemudian meninggal pada tahun 2013.
Terlepas dari itu, meski masyarakat Muslim meyakini bahwa Nabi Adam merupakan sosok Nabi yang mempunyai ukuran tubuh besar. Bahkan dalam keterangan hadits disebutkan bahwa tinggi Nabi Adam mencapai 60 hasta. Sebagai manusia pertama yang turun ke dunia, tampaknya kendaraan tersebut juga belum ada pada saat itu. (fyi/nap)





