Surabaya (beritajatim.com) – Selain menunaikan ibadah wajib, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan amalan sunah. Salah satunya yaitu puasa Ayyamul Bidh.
Dikutip dari laman NU Online, ayyamul bidh berarti hari-hari cerah, yaitu hari yang malamnya disinari bulan purnama. Hari-hari tersebut jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriyah.
Menurut Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), awal Jumadal Akhirah 1444 H dimulai pada Ahad, (25/12/2022). Artinya, mulai Jumat (6/1/2023) hingga Ahad (8/1/2023), umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa ayyamul bidh.
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, puasa di ayyamul bidh hukumnya sunnah muakkad, yaitu sebuah amalan yang sangat dianjurkan.
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Adapun keutamaan dari puasa Ayyamul bidh selama 3 hari yaitu pahala puasa sepanjang tahun. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abudzar ra dan dikutip oleh Sayid Abi Bakr Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin juz II berikut ini.
Disebutkannya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata: “Hadits ini hasan.” Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra).
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Adapun niat melaksanakan puasa ayyamul bidh adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaytu shouma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”
Niat puasa ayyamul bidh ini disunnahkan untuk dilafalkan dengan lisan, tidak sekadar dibaca dalam hati. Niat ini juga mulai boleh dilaksanakan sejak malam hari sampai sebelum masuk waktu zawal, posisi matahari condong ke barat. Dengan catatan, belum makan ataupun minum apa-apa sejak terbit fajar hingga waktu niat dilakukan.
Sebelum melaksanakan puasa ayyamul bidh, umat Islam disunnahkan untuk sahur terlebih dahulu pada waktu menjelang Subuh sebelum imsak. Jika waktu Maghrib telah tiba, maka orang yang melakukan puasa ayyamul bidh disunahkan untuk menyegerakan berbuka. (nap)






