Kediri (beritajatim.com) – Bank Indonesia Perwakilan Kediri berupaya mengingatkan kembali kekayaan budaya, alat serta permainan tradisional dalam peringatan 100 tahun Heritage Gedung Kantor Bank Indonesia Kediri dengan pagelaran Karya Kreatif Mataraman.
Bagian dari persembahan Karya Kreatif Mataraman, Bank Indonesia Kediri menghadirkan aneka permainan tradisional untuk para pengunjung, khususnya anak-anak.
Berbagai permainan tradisional yang dipersembahkan dalam Karya Kreatif Mataraman ini seperti, egrang dan engklek yang coba dihadirkan oleh Bank Indonesia dan menurut warga hal ini bisa mengimbangi pengaruh gadget pada era modern ini.
Baca Juga : Mahasiswi UK Petra Surabaya Bikin Festival Permainan Tradisional
Ada puluhan pelajar asal Kediri mulai dari jenjang TK hingga SMP yang terlihat tengah asyik memainkan permainan tradisional di halaman kantor Bank Indonesia (BI) Kediri.
Ya, para pelajar ini sengaja mendatangi di stand dolanan tradisional, yang disediakan oleh BI Kediri. Ada berbagai jenis permainan tradisional yang disediakan, mulai dari eggrang, terompah panjang, hulahob, dakon, yoyo dan masih banyak lagi jenisnya.
Permainan tradisional ini nyatanya cukup menyedot perhatian bagi anak-anak generasi milenial, yang hadir di acara tersebut. Rasa ingin tahu mereka yang tinggi terhadap permainan tradisional, membuat mereka mencoba dan memainkannya.
Baca Juga : Yayasan Bimasakti Peduli Negeri Kenalkan Siswa SD di Mojokerto Permainan Tradisional
Deputi Bank Indonesia Perwakilan Kediri, Clement Tratmono Wibowo mengatakan, pada pagelaran Karya Kreatif Mataraman BI Kediri mencoba menampilkan koleksi BI dan juga wastra serta produk mataraman.
“Kami kemas dalam dua kegiatan besar di Pemkot Kediri dan halaman BI Kediri.Di Pemkot menamapilan wastra dan produk mataraman untuk bisa ekspor, sedangkan di BI menampilkan museum BI,” ujarnya.
Pada Museum BI Kediri ini, terdapat koleksi uang BI dari zaman barter sampai saat ini, juga koleksi uang. Selain itu, tambahnya, menampilkan permainan tradisional yang dapat mengingatkan kembali bangsa Indonesia akan kekaayaan budaya dan alat tradisionalnya.
Baca Juga : Karina Lestarikan Permainan Tradisional Kerjasama Elyon Christian School Surabaya
Ali Imron, salah satu pengunjung mengapresiasi ide kreatif BI Kediri dengan menghadirkan permainan tradisional. Menurutnya, bisa mengimbangi pengaruh gadget pada era modernisasi ini.
“Dengan begitu mungkin anak-anak waktunya bisa berbagi. Mereka tidak hanya main gadget, tetapi bisa mencoba ada permainan egrang, dan engklek dan permainan lain,” kata Ali Imron.
Gelaran Karya Kreatif Mataraman ini, Bank Indonesia sengaja menghadirkan museum uang kuno, untuk memperkenalkan berbagai jenis uang kuno yang digunakan untuk bertransaksi.
Melalui pameran uang kuno tersebut, generasi muda diharapkan dapat mengetahui alat pembayaran yang digunakan sejak zaman dahulu. [nm/ted]






