Surabaya (beritajatim.com) – Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Blitar mengalami peningkatan paling tinggi pada bulan Maret 2023.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati.
Pihaknya menyebutkan bahwa sejak awal tahun hingga akhir bulan Mei 2023, rata-rata kasus ISPA yang terjadi di atas angka 2 ribu orang. Adapun peningkatan yang paling tinggi terjadi pada bulan Maret 2023 yang mencapai 2.802 kasus.
Lantas apa sebenarnya penyebab, gejala, dan cara mengatasi ISPA itu sendiri? Berikut penjelasannya.
Penyebab ISPA
ISPA merupakan infeksi virus yang kerap menyerang area pernapasan atas, seperti hidung, tenggorokan, dan saluran udara. Adapun beberapa penyakit yang masuk dalam ISPA, yakni sinusitis, batuk pilek, laringitis akut, Pneumonia, hingga Covid-19.
BACA JUGA: Kemarau Datang, 2.000 Orang di Kabupaten Blitar Terserang Penyakit ISPA
Penularan ISPA biasanya terjadi melalui kontak percikan air liar yang terinfeksi. Di mana virus atau bakteri dalam percikan tersebut menyebar melalui udara, kemudian masuk ke hidung atau mulut seseorang. Selain itu, bisa juga karena adanya kontak langsung dengan benda-benda sekitar yang telah terkontaminasi.
Gejala ISPA
Penyakit ISPA pada dasarnya muncul dengan beragam gejala yang kerap menyertai. Mulai dari batuk, bersin, hidung tersumbat, demam, pilek, sakit kepala, perasaan mudah lelah, mengi, nyeri saat menelan, hingga membesarnya kelenjar getah bening.
Cara Atasi ISPA
Pada dasarnya ISPA dapat menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu tertentu. Adapun umumnya akan mereda pada minggu pertama, hal ini lantaran gejala ISPA kerap terjadi antara satu hingga dua minggu saja. Sehingga penyakit yang disebabkan oleh virus ini tidak memerlukan pengobatan khusus.
Namun untuk meredakan gejalanya, seseorang bisa melakukan beberapa hal berikut ini hanya dari rumah. Mulai dari perbanyak konsumsi air putih, agar dahak yang kerap dikeluhkan jadi mudah keluar. Bisa juga dengan mengonsumsi campuran lemon hangat dan madu.
Lantas untuk meredakan batuk bisa berkumur menggunakan air hangat yang diberi garam. Apabila sakit tenggorokan, rutin menghirup uap dari minyak kayu putih atau mentol yang diberi air panas.
Sedangkan untuk hidung tersumbat cukup dengan memposisikan kepala lebih tinggi menggunakan bantal. Namun, apabila cara-cara sederhana tersebut tak kunjung membaik, maka segera periksakan ke dokter. Selain dapat berkonsultasi, dokter juga dapat memberikan obat atau penanganan lebih lanjut sesuai dengan gejala yang dialami penderita ISPA. (fyi/nap)






