Ponorogo (beritajatim.com) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Muhamad Auliyaussofi mengungkapkan bahwa dirinya bukan kali pertama menjadi penghulu pernikahan dengan seserahan mobil. Hadiah mobil Honda Brio warna merah yang diberikan oleh mempelai laki-laki bernama Endra Wahyu Al Mutakim kepada mempelai wanita bernama Lynta Angga Rada Hyllena, merupakan pengalaman keduanya.
Yang pertama, dikala dirinya masih menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Mlarak. Sofi sapaan Muhamad Auliyaussofi menceritakan bahwa dirinya menjadi penghulu di pernikahan yang maharnya mobil. Dia lupa nama pasangan pengantinnya, namun Ia ingat kalau asal pengantin laki-lakinya dari Desa Gontor.
“Saat saya bertugas di KUA Mlarak, terjadi pertengahan tahun 2020, ramai-ramainya pandemi Covid-19,” kenang Muhamad Auliyaussofi, Rabu (23/08/2023).
Dia mengenang saat itu tidak viral seperti sekarang, karena dimungkinkan awal-awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sehingga, mungkin tidak sampai tersebar di media sosial (medsos).
Sofi mengingat mobil Honda Jazz itu dijadikan mahar, bukan hadiah seperti pasangan pengantin asal Desa Lengkong Kecamatan Sukorejo dan Desa Patik Kecamatan Pulung yang viral beberapa hari ini. Tak hanya mahar mobil Honda Jazz, Sofi menyebutkan bahwa juga ada mahar uang tunai. Yang besaran nominalnya tidak biasa untuk pernikahan di Kabupaten Ponorogo. Yakni mahar uang tunai sebanyak Rp 100 juta.
“Jadi mahar mobil dan uang Rp 100 juta yang disimpan di dalam koper dibawa ke KAU Kecamatan Mlarak. Karena saat itu pandemi, jadi akad nikah harus diadakan di kantor KUA,” katanya.
Sofi menambahkan bahwa dalam pernikahan, pemberian mas kawin atau mahar itu, sifatnya sunah. Namun, tergolong sebagai sunah muakad. Tetapi, mahar yang diberikan oleh mempelai laki-laki itu sesuai dengan kemampuannya. Tidak ada patokan minimal berapa atau maksimal berapa. Disesuaikan dengan kemampuan mempelai laki-laki yang berniat mempersunting jodohnya itu.
“Mas kawin itu, diberikan oleh laki-laki sebagai wujud cinta dan sayangnya kepada mempelai perempuan. Jadi ya disesuaikan dengan kemapuan mempelai laki-laki,” pungkasnya. (end/kun)
BACA JUGA: Selain Mobil, Pengantin Wanita di Ponorogo Diberi Mahar Unik






