Surabaya (beritajatim.com) – Rabies merupakan penyakit akibat infeksi virus yang disebabkan oleh rhabdovirus yang bisa merusak otak dan sistem saraf. Meski umumnya ditemukan dalam air liur hewan, namun penyakit ini juga bisa menjangkit manusia melalui gigitan dan cakaran hewan yang terinfeksi, atau bahkan ketika air liurnya masuk ke mulut kalian seperti saat anjing menjilat wajah kalian.
Pada umumnya, hewan yang memiliki risiko lebih besar tekrkena rabies adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies, bahkan anjing dan kucing sekalipun. Dilaporkan bahwa setiap tahunnya rabies telah menyebabkan kematian pada jutaan hewan dan lebih dari 50.000 manusia di seluruh dunia.
Rabies memang memiliki dampak yang sangat fatal apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Salah satu cara untuk mencegah penularan rabies adalah dengan memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan di rumah, serta mengetahui apa saja tanda-tanda hewan yang terjangkit rabies.
Nah berikut ini kami sajikan informasi mengenai ciri-ciri anjing yang terkena rabies.
Ciri-Ciri Anjing Rabies
Tanda-tanda rabies pada anjing biasanya timbul setelah 3-8 minggu anjing terinfeksi. Akan tetapi, gejala-gejala juga dapat muncul lebih cepat bila luka gigitan atau cakaran dari hewan yang memiliki rabies berada di dekat kepala.
BACA JUGA: Perihal Harga dan Kategori Tiket Konser Coldplay, Promotor Beri Penjelasan
1. Demam
Biasanya, demam seringkali dianggap sebagai penyakit biasa, dan akan sembuh setelah diberi obat penurun demam. Padahal, demam bisa menjadi tanda pertama anjing terinfeksi rabies. Sebab, suhu tinggi merupakan salah satu bentuk reaksi utama tubuh ketika melawan infeksi virus.
2. Produksi Air Liur Lebih Banyak
Rabies menyebabkan rahang dan tenggorokan anjing mengalami kelumpuhan, sehingga air liur yang diproduksi tidak bisa melewati tenggorokan dan beralih keluar mulut. Terkadang, ini juga akan mengakibatkan mulut atau bibir anjing terlihat berbusa.
3. Sulit Makan dan Minum
Kelumpuhan pada rahang dan tenggorokan juga akan menyebabkan anjing susah menelan, sehingga ia akan sulit atau bahkan menolak untuk makan dan minum. Akibatnya kondisi akan semakin parah karena anjing tidak mendapat nutrisi yang cukup.
4. Muntah
Muntah biasanya menjadi ciri dari berbagai penyakit, karena merupakan tanda bahwa anjing sedang melawan sesuatu dalam tubuhnya. Namun sering muntah juga menjadi tanda bahwa anjing terkena rabies, sehingga tak ada salahnya untuk segera menghubungi dokter hewan.
5. Perubahan Perilaku
Dalam tahap yang sudah parah, virus rabies akan menyerang otak sehingga anjing sulit untuk mengendalikan perilakunya. Akibatnya, ia akan lebih agresif, lebih galak dan buas terhadap hewan atau orang lain, bahkan terhadap pemiliknya sekalipun.
BACA JUGA: Usai Minta Maaf, Inara Rusli Laporkan Virgoun dan Tenri Ajeng Anisa
Selain itu, dalam beberapa kasus anjing yang terinfeksi rabies juga akan terlihat selalu ketakutan dan gelisah. Namun ada juga yang akan berubah menjadi lebih pendiam serta terlihat selalu lesu.
6. Sensitif Terhadap Cahaya dan Suara
Kegelisahan anjing yang terjangkit rabies tidak hanya disebabkan melihat orang atau hewan lain saja, namun juga bisa disebabkan oleh cahaya dan suara meski sekecil apapun. Ini karena sistem otak anjing yang terinfeksi akan lebih sensitif, dengan begitu ia juga menjadi lebih mudah marah.
7. Kejang
Selain menyerang otak, diketahui bahwa rabies ini juga menyerang saraf sehingga penyakit ini bisa meyebabkan anjing mengalami kejang. Bahkan lebih parahnya lagi kejang ini akan disertai pingsan atau koma.
Cara Pengobatan
Sayangnya, sampai saat ini belum ditemukan obat atau metode pengobatan yang dapat menyembuhkan rabies, sehingga anjing yang terinfeksi dipastikan akan mati dalam waktu sekitar 1-2 minggu setelahnya.
Dalam beberapa kasus, pemilik yang tidak tega melihat anjing kesayangannya merasa kesakitan atau khawatir terjadinya penularan pada hewan atau orang lain akan memilih untuk melakukan proses suntik mati.
Oleh karena itu, pastikan kalian selalu menjaga kesehatan anjing peliharaan, melakukan vaksin rabies dan kontrol kesehatan secara rutin. (mnd/nap)






