Surabaya (beritajatim.com) – Qonita Qorratu Aini menjadi wisudawan termuda ITS Surabaya dengan usia 20 tahun 4 bulan. Istimewanya, meski aktif di berbagai organisasi, namun itu tak menghalanginya untuk lulus dengan cepat.
Qonita mulai menempuh pendidikan sejak usia dua tahun di bangku KB (kelompok bermain), kemudian lanjut SD dan SMP layaknya siswa pada umumnya. “Baru ikut program akselerasi ketika di SMA, jadi hanya dua tahun,” ungkapnya, Sabtu (16/9/2023).
Kuliah di ITS, Qonita memutuskan untuk memilih Program Studi Matematika. Ia mengaku, matematika menjadi pelajaran favoritnya sejak SD. Bahkan, ia juga selalu mendapatkan nilai sempurna. “Hingga atas izin Allah saya diterima (masuk ITS) lewat jalur SBMPTN,” ujar Qonita.
Tak hanya aktif di dunia akademik, Qonita juga terlibat di berbagai organisasi internal serta eksternal jurusannya. Sebab itulah, ia kerap kesulitan membagi waktu. Apalagi, ia juga mengambil fast track Magister Prodi Matematika saat menempuh semester akhir sarjana.
BACA JUGA:
Ketagihan Menuntut Ilmu, Irfan Jadi Wisudawan Tertua di ITS Surabaya
“Sebenarnya sesimpel mengatur prioritas mana yang perlu dikerjakan lebih dulu, tentukan pekerjaan yang jika dilakukan duluan bisa memudahkan pekerjaan lainnya,” tuturnya.
Ke depannya, Qonita berencana menyelesaikan kuliah magisternya lebih dulu sebelum berkecimpung di dunia praktisi. Ia juga berpesan kepada para mahasiswa ITS agar terus semangat dan memaksimalkan kesempatan belajar selama menjadi mahasiswa.
BACA JUGA:
Mahasiswa ITS Gagas Alat Deteksi untuk Lawan Polusi Udara di Manyar Gresik
“Jangan sia-siakan kesempatan untuk berkarya di bidang yang kita minati, bisa jadi kemudahan itu muncul dari berbagai amanah yang kita emban saat menjadi mahasiswa,” tandasnya. [ipl]






