Jombang (beriajatim.com) – Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta masyarakat Desa Pakel untuk menggelar aksi tanam pohon dalam rangkaian tradisi budaya “Tumpak Tandur Bumi Wono Ndadari”.
Acara ini juga bertepatan dengan Hari Strategi Konservasi Sedunia, menegaskan komitmen bersama terhadap kelestarian lingkungan.
Bertempat di lapangan Desa Pakel, Kecamatan Bareng, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk PT CJI, TNI-Polri, dan stakeholder lainnya. Penanaman pohon ini bukan sekadar gerakan hijau, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang telah berlangsung sejak era Majapahit.
Menurut Kepala Desa Pakel, Sudarmaji, tradisi ini merupakan simbol harapan bagi setiap kelahiran anak di desa. “Jika bayi laki-laki lahir, maka ditanam pohon keras sebagai simbol keteguhan, sedangkan bagi perempuan ditanam pohon berbuah sebagai lambang kebermanfaatan,” jelasnya. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun antara bulan Desember hingga Maret.
Selain aksi tanam pohon, acara ini juga dimeriahkan dengan sarasehan budaya dan pertunjukan seni khas Desa Pakel. Para sesepuh desa turut menyerahkan bibit pohon secara simbolis sebagai bentuk estafet tanggung jawab menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, mengapresiasi inisiatif ini sebagai model pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal. “Tradisi ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari warisan yang harus kita teruskan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menegaskan bahwa insan pers juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. “Kami ingin menunjukkan bahwa jurnalis tidak hanya menulis tentang isu lingkungan, tetapi juga berperan aktif dalam upaya konservasi,” ungkapnya.
Dengan semangat gotong royong dan nilai budaya yang kuat, tradisi “Tumpak Tandur Bumi Wono Ndadari” menjadi bukti bahwa harmoni antara manusia dan alam dapat tetap terjaga dari generasi ke generasi. [suf]






