Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah kalian menyentuh tumbuhan putri malu? Saat kalian lakukan itu, putri malu secara otomatis mengatupkan daunnya. Putri malu dalam bahasa latin disebut Mimosa Pudica merupakan tanaman yang masuk pada suku polong-polongan. Putri malu mudah dikenali karena bentuk daunnya yang cepat menutup/layu saat disentuh.
Kira-kira mengapa respon itu bisa terjadi? Apakah karena namanya putri malu, sehingga sering malu-malu kala mendapat sentuhan. Selain sentuhan, ternyata ada faktor lain yang membuat tanaman tersebut bisa tertutup, misal saat terkena goyangan, tiupan, atau rangsangan berupa panas. Gerakan menutupnya putri malu tersebut disebut dengan seismonasti.
Alasan mengapa putri malu ini bisa tertutup karena tanaman ini kehilangan tugor. Tugor ini adalah merupakan dinding sel oleh air yang terdapat dalam vakuola atau lubang sel serta isi sel lainnya. Sehingga, saat tanaman ini diberikan rangsangan maka akan memberi respon untuk melepaskan zat-zat kimia, termasuk ion potassium yang akhirnya memaksa air keluar dari vacuole. Karena adanya perbedaan tekanan yang terjadi di antara bagian-bagian sel tertentu, membuat lembaran daun menutup. Rangsangan ini juga bisa tumbuhan putri malu teruskan pada daun-daun lain yang berdekatan.
Bentuk menutup diri Putri Malu ini merupakan cara atau perlindungan diri. Dengan cara ini hewan pemakan tanaman merasa takut, saat tanaman putri malu memberikan respon yang begitu cepat dengan sentuhan. Hal tersebut membuat hewan-hewan pemangsa lebih memilih memakan tumbuhan lain. Namun, keadaan ini hanya terjadi sementara, daun akan kembali terbuka jika vakuola sel kembali terisi air. Sebenarnya tumbuhan putri malu hanya melakukan permainan air saja.
Jika diperhatikan lebih seksama, tanaman putri malu memiliki warna daun yang pucat. Saat tanaman tersebut tertutup, hewan yang tadinya ingin memakan akan berpikir bahwa tanaman ini telah layu dan membuat mereka kehilangan selera untuk memakannya. Jadi itulah asal usul kenapa tumbuhan putri malu sangat peka terhadap sentuhan.
Putri malu ini juga punya nama berbeda-beda di sejumlah negara. Seperti Makahiya di Filipina, Mori Vivi di Hindia Barat, Nidikumba di Sinhala, sampai Mate-lio di Tonga.[dan/esd]

as a preferred source on Google




