Gresik (beritajatim.com) – Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gresik diberi edukasi pengelolaan tentang sampah. Dipilihnya siswa SD juga sebagai upaya mengenalkan, dan membangun kesadaran peduli lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan ini diikuti 50 siswa dari 8 sekolah yang meraih Adiwiyata yang ada di sekitar perusahaan Petrokimia Gresik. Sekolah-sekolah tersebut memang sudah memiliki komitmen yang tinggi dalam pengelolaan lingkungan.
Vice President Lingkungan Petrokimia Gresik, Liliek Harminto menuturkan, edukasi pengelolaan sampah ini menjadi kegiatan pembuka sebagai upaya mengenalkan lingkungan.
“Kegiatan ini masih dari rangkaian memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan menggelar edukasi mengenai pengelolaan sampah,” tuturnya, Selasa (6/06/2023).
Ia menambahkan, edukasi pengelolaan sampah digelar langsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik. Peserta dilatih untuk memilah sampah plastik, organik dan anorganik sehingga dapat ditentukan untuk perlakuan lebih lanjut pada sampah hasil pilahan.
“Selain memilah sampah organik dan anorganik. Siswa juga diajak bagaimana membuat pupuk kompos, pembudidayaan maggot, pembuatan eco enzym, dan penanaman pohon,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DLH Sumenep Kampanyekan ‘Solusi Asik Tanpa Sampah Plastik
Gus Ipul Minta MUI Fatwa Parkir & Buang Sampah Sembarangan
Melalui pembekalan pengelolaan sampah sejak usia dini lanjut Liliek, Harapannya bisa menjadi habit bagi mereka, dan diterapkan langsung di lingkungan sekolah maupun rumah. Sehingga, menginspirasi bagi teman-teman serta keluarganya.
Sementara itu, Hilmi (11) salah siswa SDN Tlogopatut Gresik mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. Dirinya baru tahu bahwa sampah yang dibuang masyarakat ternyata bisa diolah lagi menjadi pupuk kompos.
“Ternyata sampah bisa diolah lagi, dan digunakan sebagai pupuk tanaman agar tetap subur,” pungkasnya. [dny/but]






