Gresik (beritajatim.com) – Puluhan gengster yang kerap kali meresahkan masyarakat diberi sanksi sosial oleh aparat kepolisian. Mereka dihukum melakukan bersih-bersih di Alun-Alun Kota Gresik. Para gengster tersebut rata-rata masih berusia belia. Mereka diamankan oleh Polsek Driyorejo.
Dengan diangkut mobil truk polisi, para gengster dibawa ke alun-alun Gresik. Satu persatu anggota gengster sambil membawa tong sampah memunguti sampah yang berserakan di sekitar alun-alun.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hepi menuturkan, sanksi sosial ini diterapkan untuk memberikan efek jera. Sekaligus mengedukasi kepada orang tua yang memiliki anak-anak diperhatikan tingkah lakunya supaya tidak tidak terjerumus ke ranah pidana.
“Cara ini bisa menjadi edukasi. Jangan sampai perbuatannya malah merugikan orang lain,” tuturnya.Minggu (3/03/2024).
Perwira pertama Polri itu menambahkan, para anggota gengster ini terlibat tawuran sambil membawa senjata tajam sambil mengendarai motor berkeliling. Setelah diamankan, ada beberapa anggota yang ternyata minum-minuman keras.
“Sebelum mereka dikembalikan ke masyarakat, terlebih dulu kami beri terapi berupa sanksi sosial. Tapi, kalau berbuat onar lagi tentunya sanksinya lebih berat,” imbuhnya.
Sebelumnya, puluhan anggota gengster itu berbuat onar di wilayah Kecamatan Driyorejo dengan mengendarai motor. Saat diamankan dan dilakukan pemeriksaan, Polisi menemukan sejumlah senjata tajam.Juga ditemukan bendera gengster bertuliskan ‘Pasukan Seliwer’ Surabaya. [dny/but]






