Gresik (beritajatim.com) – Puluhan anggota Basarnas Surabaya menggelar latihan high angle rescue tech di tebing bukit kapur, di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Latihan tersebut guna meningkatkan skill personil menghadapi ancaman musibah, maupun kecelakaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu di areal ketinggian, dan jurang.
Dalam latihan itu, diikuti seluruh anggota perwakilan anggota Basarnas se-Jawa Timur. Sebelum menjalani latihan, mereka mendapatkan materi dari para instruktur. Para personil SAR tersebut langsung mempraktekkan teknik penyelamatan korban yang terjebak diatas bukit maupun terperangkap di dalam jurang.
Ibnu Putra Dewantoro salah satu Instruktur Rescue Basarnas Surabaya mengatakan, teknik ini merupakan pertolongan yang mengharuskan personil mengevakuasi korban dari atas maupun dasar jurang dengan teknik vertical rescue.
[berita-terkait number=”5″ tag=”barasnas”]
“Anggota personil yang mengikuti latihan ini selain harus memiliki stamina yang prima. Tidak hanya itu, para personil juga harus mampu mengenali alat penyelamatan agar bisa lebih cepat dalam proses evakuasi,” ujarnya, Jumat (2/08/2019).
Ia menambahkan, proses evakuasi korban tidak bisa dilakukan sendirian. Namun, harus dengan kerja tim melihat kondisi medan penyelamatan.
Sementara itu, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia (SDM) Kantor Basarnas Surabaya, Haryadi menuturkan, pelatihan ini sebagai upaya kesiapan dan melatih kompetensi para personil SAR. Supaya bisa melakukan aksi penyelamatan serta pertolongan korban dengan optimal.
“Pelatihan seperti ini, diperlukan untuk menghadapi ancaman berbagai macam bencana, kecelakaan, maupun musibah yang sewaktu-waktu terjadi di wilayah Indonesia,” tandasnya. [dny/kun]






