Batu (beritajatim.com) – Sering terjadinya longsor dan banjir di kawasan Batu, Jawa Timur. Kondisi itu membuat PT United Tractors (UT) Tbk bersama Perum Perhutani berkolaborasi untuk mencegah terjadinya bencana makin panjang. Pencegahan dengan penanaman 140 ribu bibit pohon di kawasan hutan lereng Gunung Arjuno, Kota Batu, Jawa Timur.
“Pertama ini kalau kami lihat ada beberapa lahan kritis yang mengancam kehidupan masyarakat,” kata Direktur PT United Tractors Edhie Sarwono seusai penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Perum Perhutani di Hotel Singhasari, Kota Batu, Jumat (3/3/2023).
Penghijauan hutan di lahan seluas 567 hektare itu, menurut Edhiw Sarwono, Direktur PT United Tractors Tbk menjadi penyelaras program UTREES atau United Tractors for Nature and Environment Sustainability.
Program ini dimiliki oleh perusahaan di bidang distributor alat berat, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas, industri konstruksi, dan energi tersebut. Luas lahan yang akan dilakukan penghijauan akan bertambah menjadi 10.000 hektare.
Penanaman bibit pohon juga mempertimbangkan aspek kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitaran Gunung Arjuno.
“Melihat masyarakat sekitar bagaimana mereka bisa berdampingan dengan hutan yang dikelola Perum Perhutani agar sama-sama bisa produktif, namun tidak mengancam alam,” ujarnya,
Upaya penanaman yang dilakukan oleh PT United Tractors dan Perum Perhutani bakal ditindaklanjuti dengan tahapan verifikasi dan geotangging. Tujuannya untuk memastikan 140 bibit pohon tertanaman secara keseluruha di lahan seluas 567 hektar.
“Kami tidak hanya bebicara soal jumlah bibit yang ditanam saja, tetapi bekerjasama dengan masyarakat dan Perum Perhutani melakukan verifikasi dan geotagging, benar enggak sih omongan kami 140 ribu benar ditanam,” ucapnya dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”perhutani”]
Pihaknya bersama Perum Perhutani berharap upaya penanaman lahan bisa membantu pemerintah secara berkelanjutan. Baik bagi masyarakat maupun alam di sana.
“Insya Allah mengenai masalah karbon dan lain sebagainya yang menjadi isu nasional dan internasional, kami bisa turut berpartisipasi aktif dengan bekerjasama dengan Perum Perhutani,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perum Pehutani Endung Trihartaka mengatakan kerjasama yang sudah terjalin bersama PT United Tractors Tbk merupakan cermin bahwa kelastarian alam dan lingkungan juga merupakan tanggungjawab yang dimiliki oleh seluruh masyarakat. Baik perseorangan maupun perusahaan yang ada di Indonesia.
“Tentu kami harapkan kerjasama atau kolaborasi menjadi bukti bahwa memang mengelola hutan tidak bisa sendiri. Kami harapkam kerjasamanya bisa panjang,” ujar Embung.
Embung pada tahun 2023 ini, Perum Perhutani masih belum mendapati adanya aktivitas gangguan, baik melalui unsur manusia maupun alam yang berdampak pada lingkungan hutan.
‘Tahun 2022 itu angka (kurusakan hutan) lebih kecil (turun) dibanding tahun sebelumnya, termasuk 2023 sampai bulan Februari belum terjadi gangguan keamanan hutan, seperti kebakaran. Mudah-mudahan sampai ke depan tidak ada, turun 20 persen dibanding sebelumnya,” tutupnya. [way/but]






