Malang (beritajatim.com) – PT Tanduria Agromedia Indonesia menandatangani kesepakatan strategis dengan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) pada Selasa (5/3/2024) di Aula FIP Gedung D3 Lantai 2. Tak hanya dengan Tanduria, FIP UM juga menjalin kemitraan strategis dengan 31 mitra dari berbagai sektor.
Direktur Utama PT Tanduria Agromedia Indonesia, Habib Thabrani, menjelaskan dengan FIP UM sebagai upaya melebarkan jejaring dan dampak lebih luas pada masyarakat terkait cara tanam menanam. Tanduria adalah platform edukasi dunia pertanian yang menyasar berbagai jenjang usia mulai anak-anak sampai dewasa melalui.
“Tahun 2024 ini, tahun ketiga kami untuk menyajikan konten tanam menanam yang mudah dicerna masyarakat. Di sisi lain, kami juga bergerak pada pendidikan pada sektor untuk tanam menanamnya, itu sangat berhubungan dengan FIP UM,” ungkap Habib.
Tahun 2024, Tanduria berencana terus memperluas kerjasama dan kolab dengan banyak mitra. Harapannya agar bisa berdampak lebih luas pada lingkungan sekitar.
“Tanduria adalah platform edukasi tanam menanam, kita menyajikan konten yang mudah dicerna daripada video pembelajaran yang biasanya. Tahun 2024 tahun ini kami berencana untuk kerjasama dan kolaborasi dengan beberapa kampus dan melakukan kerjasama internasional dengan platform luar negeri yang bisa kami jamah,” ungkap Habib melanjutkan.
Sementara itu, Dekan FIP UM, Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa kerjasama dengan 31 mitra dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu mitranya adalah PT Tanduria Agromedia Indonesia dan sederet mitra lain.
Menurut Yusuf Sobri penandatanganan ini sebagai langkah awal untuk membuka gerbang peningkatan sumber daya manusia di UM. Kerjasama ini menjadi fondasi untuk melibatkan mitra potensial dalam pengembangan ekosistem pendidikan dinamis.

“Sesuai amanat Rektor bahwa kerjasama dengan masyarakat itu salah satu IKU yang utama. Selain itu, kerjasama ini menjadi indikator keberhasilan dalam penilaian higher education dan WUR yang menilai bagaimana kampus dikenal oleh masyarakat,” ungkap Yusuf.
Tujuan kedua, sebagai upaya FIP UM mendekatkan diri dengan masyarakat. Apalagi, kerjasama ini bukan hanya kepentingan FIP UM, melainkan sebagai upaya agar dunia usaha dan dunia industri (DUDI) bisa masuk ke perguruan tinggi.
Melalui kerjasama UM mendapatkan dosen praktisi dengan mengundang mitra menjadi pengajar mata kuliah selama satu semester atau lebih di prodi S1, S2, dan S3. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan mitra juga membutuhkan narasumber dari tenaga dosen FIP UM.
“Jadi tidak hanya kami yang butuh, tetapi mereka juga butuh. Misalnya untuk menjadi narasumber dari dosen kita. FIP UM mempunyai guru penggerak, banyak guru besar, dan dosen yang sering menjadi narasumber,” lanjut Yusuf.
Proses penandatanganan kesepakatan dihadiri oleh wakil dekan, ketua departemen, dan perwakilan dari mitra. Dekan juga menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan pendidikan berkualitas.
“Kerjasama dengan mitra potensial akan membantu mewujudkan kontribusi yang signifikan. Kami optimis kerjasama ini membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Seiring dengan visi ini, universitas berkomitmen untuk terus memperluas jaringan mitra dan membangun ekosistem pendidikan inklusif dan dinamis,” katanya menutup. [dan/but]






