Surabaya (beritajatim.com) – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang merupakan anggota Holding BUMN Danareksa, menorehkan capaian penting pada awal tahun 2026. Pionir pengelola kawasan industri di Jawa Timur ini sukses meraih Sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Penghargaan ini menjadi kado istimewa bagi perusahaan karena bertepatan dengan momentum Peringatan Bulan K3 Nasional 2026. Capaian tersebut sekaligus menegaskan komitmen kuat SIER dalam membangun lingkungan kerja yang aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sertifikat SMK3 diserahkan secara resmi oleh Direktur PT Abdi Karya Angkasa, Taufiq Lucky Nugroho, di bawah arahan Direktorat Jenderal Binwasnaker dan K3 Kemnaker. Penyerahan ini menandai keberhasilan SIER dalam memenuhi standar ketat pengawasan ketenagakerjaan yang berlaku secara nasional.
Plt Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, menyatakan bahwa sertifikasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan yang dimotori oleh Unit K3 SIER. Penerapan prinsip keselamatan kini telah menjadi bagian integral dari budaya perusahaan yang dijalankan secara konsisten setiap hari.
“Pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa penerapan standar K3 telah menjadi fondasi utama kami dalam menjalankan operasional kawasan industri,” ungkap Rizka, Kamis (22/01/2026).
Rizka menambahkan bahwa lingkungan kerja yang aman dan sehat berdampak langsung pada produktivitas serta kenyamanan operasional di dalam kawasan industri. Keberhasilan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan para investor dan penyewa (tenant) terhadap pengelolaan manajemen risiko di SIER.
Berdasarkan penilaian tahun 2025 untuk kategori tingkat lanjutan, SIER berhasil mencatatkan nilai tinggi sebesar 92,77 persen dari total 166 kriteria penilaian. Capaian ini meningkat cukup signifikan dibandingkan penilaian tahun 2022 yang berada pada angka 90,96 persen.
Dengan skor tersebut, SIER masuk dalam kategori “Memuaskan” berdasarkan evaluasi lembaga audit independen yang ditunjuk oleh Kemnaker RI. Konsistensi dalam peningkatan skor ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan internal perusahaan terus berkembang secara dinamis.
“Peningkatan skor ini menunjukkan bahwa sistem K3 di SIER terus berkembang dan dijalankan secara konsisten. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan yang lebih ketat dan perbaikan berkelanjutan,” tegas Rizka.
Secara strategis, kepemilikan sertifikat SMK3 memberikan perlindungan maksimal terhadap risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di lingkungan industri. Hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 yang mewajibkan pengendalian risiko dalam setiap kegiatan kerja.
Sistem manajemen ini dirancang agar tercipta tempat kerja yang efisien dan produktif melalui pendekatan preventif terhadap potensi bahaya. Bagi SIER, standar ini adalah kunci utama untuk menjamin keberlangsungan operasional kawasan industri dalam jangka panjang.
“Pencapaian ini menjadi langkah penting SIER dalam mewujudkan kawasan industri yang aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Rizka. Melalui penerapan SMK3, SIER optimis dapat terus memperkuat budaya keselamatan kerja sebagai fondasi utama kepercayaan publik dan mitra bisnis. [tok/beq]






