Jakarta (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memulai pembangunan 1.489 unit rumah susun (rusun) Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Gubeng (Surabaya). Pembangunan ini merupakan baguan dari total ada 5.484 unit rusun terintegrasi dengan stasiun yang akan dibangun.
Selain Stasiun Gubeng, pembangunan juga dilakukan di tiga stasiun di Jakarta, Bandung, dan Semarang. di Stasiun Manggarai (Jakarta) dibangun 2.200 unit, Stasiun Kiaracondong (Bandung) 753 unit, dan 1.042 unit di dekat RSUP Dr Kariadi (Semarang).
Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan 2.200 unit rusun TOD di Stasiun Manggarai dilakukan hari ini, Senin (16/3). Ditargetkan rusun selesai dibangun pada awal tahun 2027.
“Pada acara ini, kita akan pencanangan juga untuk 3 lokasi lainnya, yaitu di Bandung di Stasiun Kiaracondong itu nantinya akan menempati lahan sebesar 7.600 meter persegi dengan total hunian 753 unit hunian yang terdiri dari 2 tower. Di Semarang (sekitar RSUP) Dr Kariadi itu 1,2 hektare yang akan dibangun 1.042 unit hunian 2 tower 42 lantai. Di Surabaya lokasi Stasiun Gubeng 1.489 unit hunian, 2 tower 52 lantai, menempati 1,2 hektare lahan,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin.
Bobby menyebut, KAI memiliki lahan seluas 320 juta meter persegi di seluruh Indonesia. Lahan-lahan ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan berbasis TOD yang mendukung mobilitas perkotaan sekaligus memperluas akses hunian.
Khusus di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) saja, lahan milik KAI berpotensi untuk dibangun 131 ribu unit rusun TOD. Kedekatan dengan transportasi publik membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya perjalanan.
“Tentunya, melalui pengembangan kawasan berbasiskan stasiun ini, KAI ingin menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi, hunian yang dekat dengan transportasi publik, pemanfaatan lahan yang efisien, serta mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat perkotaan,” ujat Bobby. [hen/ian]






