Gresik (beritajatim.com) – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, PT Indospring Tbk, perusahaan manufaktur pegas kendaraan bermotor yang berbasis di Gresik, optimis menghadapi 2025. Emiten berkode INDS ini menargetkan penjualan sebesar Rp 3,45 triliun, naik 9% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,17 triliun.
Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh ekspansi pasar ekspor serta peningkatan fokus pada segmen aftermarket, sebagai respons terhadap stagnasi di pasar Original Equipment Manufacturer (OEM), khususnya kendaraan roda dua dan empat.
“Meski kondisi global penuh tantangan, kami tetap optimis. Dengan penguatan pasar ekspor, efisiensi internal, dan strategi bisnis yang adaptif, Indospring mampu mencatat pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkap Bob, Selasa (24/6/2025).
Bob menambahkan, dalam jangka panjang perusahaan akan menitikberatkan pada diversifikasi pasar, penguatan struktur biaya, serta modernisasi proses produksi, guna menjaga daya saing di industri otomotif nasional dan internasional.
Tahun lalu, Indospring mencatatkan penurunan penjualan sebesar 17%, dari Rp 3,80 triliun (2023) menjadi Rp 3,17 triliun (2024). Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya penjualan wholesale kendaraan roda empat sebesar 13,9%.
Dari total penjualan tersebut:
– Pasar ekspor menyumbang Rp 1,29 triliun atau 40,9%
– Pasar domestik menyumbang Rp 1,86 triliun atau 59,04%
Selain itu, perusahaan juga mencatatkan laba bruto sebesar Rp 427,1 miliar, dan laba bersih Rp 80,9 miliar di sepanjang tahun lalu.
Untuk kuartal I 2025, penjualan Indospring tercatat Rp 774,23 miliar, turun tipis 3,9% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 805,4 miliar. Komposisi pasar masih didominasi domestik:
– Ekspor: Rp 310,01 miliar (40,04%)
– Domestik: Rp 464,22 miliar (59,96%). [dny/but]






