Jakarta (beritajatim.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan proposal Prabowo Subianto perihal konflik Rusia – Ukraina berasal dari inisiatif pribadi. Proposal tersebut disampaikan dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue di Singapura.
“Itu dari pak Prabowo sendiri,” ujar Jokowi menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers usai pembukaan Rakernas III PDI Perjuangan di gedung Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (6/6/2023).
Selaku Presiden, Jokowi mengaku akan memanggil Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk mendengar secara langsung penjelasannya.
“Tapi saya belum bertemu Pak Prabowo. Mungkin hari ini atau besok saja. Diundang,” kata Jokowi.
Sebelumnya, Menhan Prabowo menyampaikan proposal resolusi perdamaian untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia saat hadir dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (3/6) lalu.
BACA JUGA:
Warga NU Pilih Prabowo, Gus Fawait: Bisa Teruskan Program Jokowi
Head to Head di Jatim, SRS: Prabowo 48,2%, Ganjar 39,3%
Prabowo menyodorkan tiga poin untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina yaitu gencatan senjata, penarikan pasukan, dan referendum. Proposal damai yang diusulkan Prabowo ini ditolak mentah-mentah oleh Ukraina. Dan usulan itu jadi perdebatan kontroversi di sejumlah media massa internasional. [hen/but]






