Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan empat program 100 hari kerja Panca Bhakti Ning Ita-Cak Sandi linier dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan usai memimpin rapat staf di ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Senin (3/3/2025).
Dalam rapat staf usai apel pagi bersama dengan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto di Gedung GOR dan Seni Mojopahit, Ning Ita (sapaan akrab) didampingi Wakil Wali (Wawali) Kota Mojokerto, Rachman Sidarta Arisandi memimpin rapat staf.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menegaskan terkait target dan pelaksanaan program 100 hari kerja Panca Bhakti Ning Ita-Cak Sandi. “Quick win dari Asta Cita, dari 8 misinya Pak Presiden Prabowo Subianto itu ada 4 yang linier dengan kondisi yang ada di Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Diantaranya, peningkatan ekonomi yang berbasis kewirausahaan dan penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), penurunan angka kemiskinan, penguatan sektor pariwisata dan yang keempat yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, target program 100 hari kerja ditetapkan harus realistis.
“Misal soal peningkatan ekonomi yang berbasis kewirausahaan, kita targetkan dalam waktu 3 bulan kedepan harus ada UMKM yang naik kelas. Ada puluhan ribu UMKM di Kota Mojokerto, ini riil berbasis data. Memiliki NIB. Kita akan intervensi secara masif dengan tujuan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Ning Ita mengklaim, adanya infrastruktur di Kota Mojokerto yang memadai dianggap bisa menekan angka kemiskinan. Selain infrastruktur, sektor pariwisata juga dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonom. Menurutnya, penurunan kemiskinan merupakan salah satu tujuan pembangunan nasional.
“Selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur yang merata. Proyek Taman Bahari Majapahit (TBM) sebagai proyek strategis daerah yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Ini adalah tanggung jawab, dituntaskan pembangunannya,” ujarnya.
Selain pembangunan TBM, peningkatan ekonomi juga digagas melalui event-event yang dilaksanakan di Kota Mojokerto. Penguatan sektor pariwisata, Pemkot Mojokerto akan fokus meningkatkan kunjungan wisata melalui delapan event Mojo.
“Karena untuk melakukan pembangunan infrastruktur pariwisata tidak mungkin dilaksanakan dalam 100 hari kerja. Di bulan Maret ini, kita akan menggelar Mojotirto Festival yang pada tahun 2024 lalu sempat ditiadakan. Pemkot Mojokerto akan menggencarkan promosi guna menarik kunjungan wisatawan,” tuturnya.
Terkait program MBG, meskipun Kota Mojokerto bukan menjadi lokus yang urgent. Pemkot Mojokerto bukan hanya fokus pada pemenuhan gizi, namun fokus pada menumbuhkan potensi ekonomi masyarakat. Mulai dari suplai makanan, hingga penguatan UMKM.
“Bahkan lowongan pekerjaan pun terbuka melalui keberadaan dapur umum. MBG ini kan sudah jalan tahap pertama di Kota Mojokerto. Kami siap untuk mendukung terwujudnya dapur umum dalam memenuhi kebutuhan untuk makan bergizi gratis sekaligus,” jelasnya.
Program 100 hari kerja Panca Bhakti Ning Ita-Cak Sandi yang terakhir yaitu tata kelola pemerintahan kota yang akuntabel dan transparan. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat akan terwujud apabila pemerintahannya bersih. Tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan menjadi salah satu dalam Astacita. [tin/ian]






