Ngawi (beritajatim.com) – Benteng Van Den Bosch Ngawi ditargetkan selesai di tahun 2023 mendatang.
Any Virgiani PPK PSPO dan PBL Balai Prasarana Permukiman Jawa Timur Kementerian PUPR menyebut kalau kini progres restorasi sudah mencapai 52 persen. Saat ini pihaknya memantau kalau pihak rekanan yakni PT Nindya Karya fokus melakukan pengelupasan dinding plester era Belanda.
”Sekaligus nanti untuk lantai dua bakal diperkuat dengan kolom baja. Karena cukup rapuh jika hanya mengandalkan konstruksi lama,” kata Any, Kamis (21/10/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”van-den-bosch”]
Pengelupasan plester berbahan kapur itu perlu. Karena bahan plaster perlu diganti dengan bahan khusus agar bisa membuat dinding bernafas. Lantaran, kondisi seluruh bangunan di kawasan benteng cenderung lembab. Apalagi di bangunan tiga kawasan benteng sempat jadi sarang burung walet.

”Sementara untuk penguatan dengan kolom baja ini juga penting. Utamanya untuk lantai dua dan bangunan floating atas,” katanya.
Meski begitu Any ingin pembangunan segera dipercepat. Setidaknya di akhir 2022 bisa segera selesai. Dengan begitu aktivitas wisata seperti sedia kala bisa segera dibuka.
Untuk diketahui, Benteng Van den Bosch dibangun oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van den Bosch kurang lebih dua abad silam, tepatnya tahun 1839. Benteng tersebut terletak di pertemuan sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun.
Presiden Joko Widodo saat singgah di Benteng Van den Bosch Ngawi dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 1 Februari 2019 menyatakan warisan pusaka seperti ini memang harus dijaga dan dipelihara.
Benteng yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Benteng Pendem tersebut merupakan salah satu ikon wisata populer di Kabupaten Ngawi. (fiq/ted)






